Find and Follow Us

Kamis, 24 Oktober 2019 | 11:39 WIB

Benarkah Suami Saleh Itu Romantis?

Selasa, 11 Desember 2018 | 14:00 WIB
Benarkah Suami Saleh Itu Romantis?
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

TERINGAT cerita kawan saya yang sudah 13 tahun berumah tangga, beliau terbiasa makan satu piring atau satu nampan bersama istrinya. Ada yang melihat hal itu dan berkomentar: Romantis amat! Si Amat aja nggak seromantis itu.

Sang komentator kaget karena menurutnya makan sepiring bersama itu hanya biasa dilakukan pasangan yang tengah dimabuk cinta saat berpacaran, bukan oleh pasangan suami istri yang sudah satu dasa warsa lebih menikah (apalagi nikahnya tanpa pacaran pula)

Saya lebih kaget lagi dengan komentarnya, karena makan bersama istri, sepiring bahkan senampan bersama itu sangat biasa dilakukan suami istri ihkwan dan akhwat yang berusaha meneladani Nabi shallallahu 'alaihi wa salam.

Memang seperti itu Rasulullah mengajarkan umatnya berumahtangga. Selain makan bersama, berikut sisi-sisi lain romantisme baginda Nabi terhadap para istrinya:

1. Memanggil Istri dengan panggilan yang disukainya: Ya humaira.. wahai yang pipinya kemerahan (Riwayat Ahmad)

2. Membawakan Hadiah (Riwayat Ahmad)

3. Meletakkan kepala di pangkuan Istri, sambil membaca Alquran (Riwayat Abdurrozaq)

4. Mandi Bersama Istri (Riwayat abdurrazaq dan Ibnu Abu Syaibah)

5. Minum segelas bersama, bahkan beliau meletakkan mulut di tempat bekas mulut istrinya (Riwayat Abdurrazaq dan Said bin Manshur)

6. Menyanjung Istri, walaupun istrinya sudah meninggal (Riwayat Ahmad dalam Musnad Ahmad 6/118)

7. Membantu pekerjaan rumah istrinya (HR. Bukhari)

8. Menjadi suami terbaik: "Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya (istrinya) dan saya adalah orang yang paling baik diantara kalian terhadap keluarga (istri) saya." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

9. Dsb..

Ternyata meneladani kesalehan Nabi bukan hanya jadi ahli ibadah dan punya semangat dakwah saja, tapi juga berakhlak baik dan romantis ke istri.

Ternyata suami saleh = suami romantis. [mahabbatussunnah]

Komentar

x