Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 00:32 WIB

Hukum Mimpi Basah karena Ingat Mantan

Kamis, 6 Desember 2018 | 16:00 WIB

Berita Terkait

Hukum Mimpi Basah karena Ingat Mantan
(Foto: Istimewa)

BAGAIMANA hukum mimpi basah karena ingat mantan, dan itu membuat istri cemburu? Dan bolehkah istri cemburu karena itu?

Mimpi basah terjadi di luar kesadaran manusia. Dan ini bagian dari tabiat manusia. Hanya saja, besar kecil intensitasnya berbeda, tergantung usia, makanan, status pernikahan, dan kondisi tubuh.

Dalam sebuah penelitian dinyatakan, bahwa remaja ABG bisa mengalami mimpi basah dua kali sepekan. Sementara orangtua yang usianya di atas 50 tahun, terkadang hanya bermimpi kurang lebih empat kali dalam setahun. Demikian pula, pemuda yang belum menikah lebih sering mimpi basah daripada pemuda yang telah menikah. Realita ini menunjukkan bahwa bisa saja seorang lelaki yang sudah menikah mengalami mimpi basah. Dan sekali lagi, ini bagian dari tabiat manusia.

Menurut Ustaz Ammi Nur Baits, perbuatan apapun yang dilakukan orang tidur, tidak dinilai sebagai dosa. Nabi Shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan, pena catatan amal dicabut. Karena perbuatan orang yang tidur, statusnya sama dengan perbuatan yang dilakukan tanpa sadar. Dari Aisyah Radhiyallahu anha, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Pena catatan amal diangkat dari tiga orang: Orang yang tidur sampai dia bangun, anak kecil sampai dia baligh, dan orang gila sampai dia sadar. (HR. Ahmad 25431, Nasai 3432, dan yang lainnya).

Dalam Fatwa Islam dijelaskan hadis di atas,

Orang yang tidur kondisinya tidak sadar terhadap apapun yang dia lakukan. Sehingga dia termasuk orang yang diangkat darinya pena catatan amal. Karena mimpi basah itu terjadi pada orang yang tidur, maka mimpi basah termasuk perbuatan yang dimaafkan.

Diantara dalil bahwa mimpi basah tidak berdosa, Allah taala menjadikan mimpi basah sebagai tanda baligh. Allah berfirman, menjelaskan adab ketika seseorang masuk ke kamar orang tuanya,

Apabila anak kecil di antara kalian telah mengalami mimpi basah, hendaknya dia minta izin(QS. An-Nur: 59).

Andai mimpi basah itu sesuatu yang terlarang, tentu Allah tidak akan menjadikannya tanda baligh yang itu pasti dialami setiap manusia. Sehingga ada perbuatan manusia yang dilakukan tanpa sadar dan suatu keniscayaan, namun dia mendapat dosa atas perbuatan itu. Wallahu alam. []

Komentar

Embed Widget
x