Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 01:17 WIB

Memilih Sahabat dalam Bergaul

Oleh : Quraniy | Rabu, 5 Desember 2018 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Memilih Sahabat dalam Bergaul
(Foto: Ilustrasi)

ISLAM adalah agama mulia dan sempurna. Mulia dengan ajarannya yang mengandung semua unsur kebaikan. Tak ada dalam Islam melainkan kebaikan-kebaikan. Sempurna karena Islam adalah satu-satunya syariat yang langsung Allah nyatakan sempurna. Tidak ada hal sekecil apa pun, melainkan Islam menyinggungnya dan mengaturnya.

Salah satu hal yang diatur oleh Islam adalah muamalah. Muamalah di sini bermakna pergaulan. Yakni pergaulan antar sesama manusia. Dalam keseharian kita, kita mendapati orang-orang yang berusaha tetap ada dalam ketaatan. Sebagian lagi mereka yang terjerumus dalam kebiasaan bermaksiat. Ada pula yang lain yang mudah goncang, terkadang dalam ketaatan, terkadang jatuh terseret dan berkubang dalam kemaksiatan.

Berteman dekat atau bersahabat dengan orang-orang shalih atau orang-orang yang senantiasa berusaha istiqamah, jelas akan membawa manfaat atau kebaikan bagi kita. Kita akan terbawa dalam hal mengamalkan ketaatan kepada Allah, dan sahabat atau teman-teman dekat kita juga akan mengingatkan kita bila kita menjauh dari Allah. Inilah sejatinya teman dekat atau sahabat. Ini wajib kita jaga, kita dekati, dan bergaul dengan mereka.

Sedangkan berteman dekat dengan orang-orang fasik, tentu akan berakibat buruk pada diri dan agama kita. Mungkin kita bukan pemakai narkoba, namun bila kita menjadikan orang-orang pemakai narkoba sebagai teman-teman kita dan kita bergaul dengan mereka, cepat atau lambat tentu kita akan tergerus dengan gaya hidup mereka yang hedon. Akhirnya bukan hanya kesehatan kita yang rusak karena narkoba, namun pula jiwa kita pun sakit. Dan kita semakin jauh dari Allah Azza Wa Jalla. Orang-orang seperti ini tak layak untuk kita jadikan teman dalam bergaul.

Ayat-ayat Al Quran di bawah ini menyampaikan perintah Allah tentang dengan siapa kita membersamai. Allah Subhanahu Wa Taala berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allh, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)." (At-Taubah:119).

Dan Firman Allah dalam surat Al Kahfi ayat 28, "Dan bersabarlah kamu bersama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan di senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya. Dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka karena mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini. Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas".

Ayat di atas adalah teladan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam bagaimana beliau diperintah Allah untuk membersamai orang-orang yang menyeru Rabb-nya di pagi dan senja hari. Sekaligus dalam ayat di atas Allah melarang Nabi mengikuti orang yang lalai dari mengingat Allah, sedang mereka menuruti hawa nafsu.

Berkata Syaikh Abdurrahman As Sadi dalam tafsirnya berkenaan ayat di atas, "Di dalam ayat ini terdapat perintah untuk berkawan dengan orang-orang baik, menundukkan jiwa untuk berkawan dan bergaul dengan mereka, walaupun mereka adalah orang-orang miskin, karena sesungguhnya berkawan dengan mereka terdapat faedah-faedah yang tidak terbatas".

Terdapat pula sabda Nabi Muhammad shalallaahu alaihi wasallam berkaitan dalam bergaul."Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang sholih dan orang yang jelek adalah bagaikan berteman dengan pemilik minyak misk dan pandai besi. Jika engkau tidak dihadiahkan minyak misk olehnya, engkau bisa membeli darinya atau minimal dapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau dapat baunya yang tidak enak." (HR. Bukhari, dari Abu Musa)

Ibnu Hajar Al Asqalani mengatakan, "Hadits ini menunjukkan larangan berteman dengan orang-orang yang dapat merusak agama maupun dunia kita. Dan hadits ini juga menunjukkan dorongan agar bergaul dengan orang-orang yang dapat memberikan manfaat dalam agama dan dunia." [*]

Komentar

Embed Widget
x