Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 01:34 WIB

Salat Duha Berjemaah Mengapa tidak?

Rabu, 5 Desember 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Salat Duha Berjemaah Mengapa tidak?
(Foto: Ilustrasi)

SALAT sunah adalah salah satu dari wadah kita untuk menampung amal-amal kita. Salat sunah pun banyak sekali keutamaannya. Begitu pun Salat Duha. Kita sudah sering mendengar keutamaannya.

Yang familiar di telinga kita adalah: dengan Salat Duha, maka kita akan dipermudah dalam hal rezeki. Tidak sedikit orang yang mengamalkannya agar dimudahkan rezekinya. Waktu salat sunah Duha adalah mulai dari terbitnya matahari bi qodri rumhin (jam 7-an) sampai condongnya matahari ke arah barat.

Hukum Salat Duha adalah sunah muakkad. Tapi, bagaimana ketika Salat Duha dilakukan secara berjemaah? Dan apa keutamaannya dan tata caranya?

Diriwayatkan dari Itbaa bin Malik:

"Sesungguhnya Rasulullah Shallalaah Alaih Wasallam Salat Duha di rumah beliau, maka para sahabat berdiri di belakang beliau, kemudian mereka salat dengan mengikuti salat beliau." (Fathul Barii, 4/177)

Imam Ibnu Hajar mengatakan, bahwa hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ibnu Wahb.

Dari hadis di atas, dapat dipahami bahwasanya tidak masalah (mubah) ketika salat sunah duha dilaksanakan secara berjamaah.

Imam An Nawawi mengatakan: "Boleh (mubah) melaksanakan salat sunah secara berjemaah, tetapi alangkah lebih baiknya jika dilakukan sendiri, kecuali salat sunah yang khusus, yaitu: Salat Id, kusuuf, istisqoo, begitu pula Salat Tarawih, menurut mayoritas ulama." (Syarah Muslim, 3/105)

Rasulullah Sallallah Alaihi Wa Sallam bersabda: "Maka salatlah wahai para manusia di dalam rumah-rumah kalian. Maka sesungguhnya lebih utama-utamanya salat yaitu salatnya orang dirumahnya, kecuali salat maktubah." (HR. Bukhari, 731)

Jadi, hukum Salat Duha berjemaah adalah diperbolehkan tetapi lebih baik lagi ketika dilaksanakan secara sendiri, kecuali salat-salat sunah yang khusus, yaitu salat sunah Id, Kusuuf, Istisqoo, dan juga Salat Tarawih menurut mayoritas ulama, seperti pendapat Imam An Nawawi. [hukumislam]

Komentar

Embed Widget
x