Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 00:18 WIB

Karena Bekerja adalah Selingan

Oleh : Quraniy | Sabtu, 24 November 2018 | 02:02 WIB

Berita Terkait

Karena Bekerja adalah Selingan
(Foto: Istimewa)

APABILA seseorang bersusah payah, ngoyo, bekerja mencari rizki untuk memenuhi kebutuhannya kemudian lupa dari beribadah kepada Allah, ini yang kemudian menjadi masalah.

Dia bangun tidur dalam rangka bersiap mencari rizki. Mungkin apabila tidak perlu baginya berusaha menggapai rizki, dia akan tetap tertidur. Dia pergi di awal hari pun untuk mencari rizki. Dan dia gunakan waktu terjaganya hanya untuk mencari rizki. Sehingga saat waktu shalat tiba, berlalu begitu saja. Ia abaikan. Atau dia akhirkan shalatnya dari waktu yang semestinya.

Dia lupa bahwa tugas dia di dunia adalah beribadah kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Bukan mencari rizki. Padahal mau ngoyo atau tidak, rizkinya tetap akan mendatanginya. Bagi seorang mukmin yang terpenting adalah berusaha. Tidak berpangku tangan.

Dalam berusaha, seorang mukmin hendaknya mengutamakan akhiratnya. Tidak menyerahkan waktunya 24 jam bulat-bulat untuk urusan dunia. Hendaknya ada bagian waktu yang dia luangkan untuk beribadah. Seperti berdzikir, membaca Al Quran, mendatangi majlis ilmu, dan lain-lain. Sebab ibadah akan mendekatkan kepada kepada ketakwaan. Dan takwa adalah salah satu sebab yang mendatangkan rizki. Allah Subhanahu wa taala berfirman "Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath Tholaq: 2-3).

Maka jadikanlah kerja atau usaha kita dalam mencari rizki sebagai selingan di sela-sela waktu shalat. Saat adzan berkumandang, selingan tersebut kita hentikan. Kita penuhi panggilan shalat, tak lupa kita berdzikir dan berdoa setelah sholat. Selepas menunaikan shalat, kita melanjutkan pekerjaan kita kembali. Dan selingan ini akan kita hentikan lagi saat adzan waktu sholat lainnya berkumandang. Seperti itulah, kerja atau usaha hanyalah selingan diantara waktu shalat.

Keberkahan rizki, saudaraku. Kita lebih membutuhkan rizki yang berkah, bukan rizki yang banyak. Seberapa pun yang kita dapatkan dari bagian dunia ini, namun kita tidak melalaikan Allah, maka itu jauh lebih baik daripada kita mendapatkan dunia banyak namun kita lalai dari yang Maha Memberi. Allah memuji hamba-hambanya yang giat berusaha mencari rizki, namun mereka tidak lalai dari mengingat Allah dan melaksanakan kewajiban agamanya.

Allah Subhanahu wa taala berfirman, "Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah dan (dari) mendirikan shalat dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. (Mereka mengerjakan yang demikian itu) supaya Allah memberikan balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan, dan supaya Allah menambah karunia-Nya kepada mereka. Dan Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa batas." (QS An-Nuur: 37-38)

Saudaraku, perhatikan ayat di atas. Begitulah mestinya sikap dan sifat kita sebagai pedagang maupun pekerja. Kita bekerja mencari rizki di dunia untuk memenuhi kebutuhan hidup, namun kita tidak dilalaikan oleh pekerjaan atau perniagaan kita dari mengingat Allah. Kita tetap mengutamakan panggilan sholat daripada pekerjaan kita dan kita juga menyisihkan rizki kita untuk zakat dan infak.

Kita mengutamakan Allah sebab kita takut terhadap apa yang akan terjadi pada diri kita di akhirat kelak. Kita yakin Allah akan membalas ketaatan kita kepadaNya dengan balasan yang lebih baik. Kita yakin pada hakikatnya Allah lah pemberi rizki. Bukan lantaran kepandaian ataupun usaha kita. Dan kita berharap rizki yang kita dapatkan adalah rizki yang berkah. Karena hakikat rizki adalah apa-apa yang membawa kita kepada ketaatan.

Selamat menyelesaikan tugas dan aktifitas Anda pada hari ini. Dan jadilah hamba-hamba Allah yang dipuji Allah sebagaimana dalam Qs. An Nuur ayat 37-38. [*]

Komentar

Embed Widget
x