Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 00:20 WIB

Situbondo Kota Santri

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Selasa, 27 November 2018 | 00:02 WIB

Berita Terkait

Situbondo Kota Santri
(Foto: Istimewa)

JUDUL di atas adalah julukan untuk Kabupaten Situbondo sejak dulu jauh sebelum saya nyantri di kota ini. Sama dengan Jombang yang dipenuhi pondok-pondok pesantren, Kabupaten Situbondo diramaikan oleh para santri.

Saya bersyukur bisa belajar di Pondok Pesantren yang paling terkenal di kota ini, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo yang kala itu diasuh oleh Kiai Kharismatik Pahlawan Nasional, KHR As'ad Syamsul Arifin.

Pertama kali saya menginjakkan kaki di pondok itu diantar Abah dan Kakek, dipasrahkan kepada pengasuh, K. As'ad. Hari-hari pertama saya tidak kerasan, lama-lama akhirnya kerasan. Sesuatu itu kalau sudah terbiasa akhirnya menjadi biasa. Tiga tahun di pondok ini tak terasa lama. Iya, saya mondok hanya 3 tahun. Karenanya maka ilmu agama saya pas-pasan saja, tak sepandai mereka yang tekun dan lama di pondok.

Kesukaan saya saat di pondok adalah membaca apa yang jarang dibaca teman-teman. Saat teman-teman rajin belajar fiqh, saya rajin baca kitab Syamsul Maarif al-Kubra. Saya membacanya sampai khatam saat SMA dulu. Kitab Tanwirul Qulub juga saya khatamkan sendiri. Tak usah saya paparkan di sini tentang isi kitab itu. Sejak kecil saya memang suka dunia sufi dan dunia mistik. Ada latarbelakangnya yang sangat panjang.

Kiai As'ad menjadi figur yang sangat menyentuh hati saya. Memang jarang beliau memberikan taushiyah dan tawjihah langsung kepada santrinya. Namun saya beruntung karena sering bermimpi beliau. Saya sangat mengagumi dan mencintai beliau. Sosok beliau dengan segala kisah hidupnya banyak menjadi teladan dan inspirasi bagi saya. Tentu saja, saya tak bisa meneladani beliau secara utuh. Saya terlalu lemah dan penuh kekurangan.

Malam ini saya ada di kota santri ini. Tak terasa air mata menetes mengenang beliau, mengenang Abah beliau dan putera beliau yang juga menjadi sumber inspirasi saya. Begitu besar jasa beliau kepada saya, entah dengan apa saya harus membalasnya. Semoga Allah senantiasa memuliakan beliau dan keluarga besar beliau. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x