Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 01:40 WIB

Ilmu yang Menyinari

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 15 November 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Ilmu yang Menyinari
(Foto: Istimewa)

Alhamdulillaahi Robbil aalamiin. Semoga Allah Yang Maha Menatap, senantiasa melimpahkan taufik dan hidayah-Nya kepada kita sehingga kita selalu istiqomah menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Sholawat dan salam semoga sellau terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, apa yang harus kita lakukan agar ilmu bermanfaat? Bagaimanakah agar ilmu dapat menjadi penerang kehidupan? Dalam kitab Al Hikam, Syaikh Ibnu Athoillah menuliskan, "Ilmu yang berguna (bermanfaat) itu ialah ilmu yang dapat menjadikan orang mengenal Allah beserta sifat dan asma-Nya."

Allah Swt berfirman di dalam Al Quran, "..Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Faathir [35] : 28)

Para ahli tafsir menerangkan bahwa yang dimaksud dengan "ulama" pada ayat ini adalah orang-orang yang menyibukkan dirinya pada aktifitas belajar dan menuntut ilmu kapanpun dan dimanapun. Kemudian, bertekad mengamalkan ilmunya itu, serta menyampaikan dan mengajarkannya sehingga manfaat dari ilmu tersebut menjadi lebih banyak dan lebih luas. Inilah yang disebut dengan keberkahan ilmu.

Saudaraku, ketahuilah untuk benar-benar merasa takut kepada Allah, untuk mencapai derajat marifat dan dekat dengan-Nya, seseorang tidak selalu harus berilmu banyak. Karena setiap orang berbeda-beda kadar kemampuannya. Maka, tidak usah merasa rendah diri dengan ilmu yang sedikit. Ada orang yang dengan sedikit ilmunya, ia mentafakurinya secara dalam sehingga ia sampai kepada keyakinan yang kuat kepada Allah Swt.

Kalau kita bertanya, apakah mungkin kita yang berilmu sangat sedikit ini akan mencapai derajat marifat? Jawabannya, mengapa tidak. Karena sesungguhnya setiap orang yang memiliki ilmu sebanyak apapun, itu hakikatnya adalah setitik pemberian dari samudera ilmu Allah yang tiada terhingga luasnya.

Orang yang tulus ikhlas dengan ilmunya walau hanya bekerja sebagai guru TK misalnya, ia tidak akan takut disebut bodoh karena ia sadar dan yakin bahwa ilmunya yang sedikit itupun semata-mata karunia dari Allah dan merupakan amanah untuk disampaikan kepada orang lain. Maka, ia akan menjadikan ilmu yang sedikit itu sebagai bekal untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Karenanya, berkah atau tidaknya ilmu seseorang, sangat bergantung pada ketulusan dan keikhlasannya untuk menyampaikan atau mengajarkannya kepada orang lain. Karena justru dengan ketulusan dan keikhlasannyalah suatu ilmu dapat menjadi penerang, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain.

Saudaraku, ingatlah ilmu yang tidak diamalkan, tidak disampaikan, tidak diajarkan, adalah ibarat pohon yang tidak berbuah. Oleh karena itu, marilah kita bertekad untuk menjadi manusia-manusia berilmu, yang dengan ilmunya itu bisa menjadi manfaat dan memberikan inspirasi bagi orang lain dan lingkungannya. Amalkanlah, sampaikanlah, ajarkanlah ilmu yang kita miliki meski sedikit. Ilmu yang sedikit akan jauh lebih bernilai jika diamalkan, disampaikan dan diajarkan. In syaa Allah! [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x