Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 22:41 WIB

Allah Maha Mensyukuri Kebaikan Hamba-Nya

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 1 November 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Allah Maha Mensyukuri Kebaikan Hamba-Nya
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Tidak ada yang patut disembah selain Allah. Hanya kepada Allah kita memohon perlindungan dan hanya kepada Allah kita akan kembali. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, sekecil apapun karunia, syukurilah. Sesederhana apapun keberuntungan, syukurilah. Allah Swt Maha Memperhatikan hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Dan Allah pun menamai diri-Nya dengan Asy Syakur, Dzat Yang Maha Mensyukuri kebaikan hamba-Nya.

Ilustrasi sederhananya adalah kerbau makan rumput, yang dimakan sedikit, tapi badannya menjadi besar dan kuat. Atau kuda nil yang hanya memakan ganggang air yang sangat kecil, namun tubuhnya dibuat besar. Atau pohon yang rindang, hanya dari tetesan air yang diserap akarnya, menjadi pohon yang kokoh, rindang dan berbuah manis. Demikianlah gambaran sesuatu yang sedikit namun dibesarkan manfaatnya oleh Allah Swt.

Allah adalah Asy Syakur, menerima kebaikan sekecil apapun dari hamba-Nya. Allah melipatgandakan kebaikan yang dilakukan oleh hamba-Nya secara tulus ikhlas. Sekali seorang hamba berwakaf untuk kepentingan agama Allah, maka pahalanya mengalir terus sekalipun dia telah meninggal dunia. Sekali kita mengamalkan wakaf, maka selamanya kita akan ditemani oleh kebaikan dari amal kita itu. Kebaikan akan menemani kita di alam kubur hingga sampai di yaumil hisab dan kehidupan di akhirat. Maa syaa Allah.

Allah Swt. berfirman, "Dan, tatkala Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu.." (QS. Ibrohim [14] : 7)

Salah satu karunia Allah itu adalah dipertemukannya kita dengan banyak kesempatan berbuat kebaikan. Dipertemukannya kita dengan berbagai ladang-ladang amal. Kesempatan berbuat baik sekalipun nampak kecil dalam pandangan kita, maka ambillah. Jangan sibuk dengan pandangan besar kecilnya suatu amal, karena dalam pandangan Allah semua itu sama saja. Yang membedakan adalah keikhlasan dalam mengamalkannya. Saat memasuki masjid, tiba-tiba kita berada di dekat kotak amal jariyah, maka ambil kesempatan itu untuk beramal. Ada kesempatan jihad harta melalui program wakaf, maka segerakan. Ada kesempatan untuk menolong orang yang butuh pertolongan, maka bantulah.

Saudaraku, kita memang tidak bisa menjamin bahwa segala amal kebaikan kita itu bisa menjadi penyelamat kita kelak di hari perhitungan. Boleh jadi dosa-dosa kita jauh lebih banyak dari kebaikan kita. Namun yakinlah bahwa Allah Maha Menyaksikan setiap kesungguhan hamba-Nya, dan yakinlah bahwa tidak ada amal yang sia-sia di hadapan-Nya.

Semoga kita digolongkan menjadi hamba-hamba Allah yang senantiasa beramal dengan penuh keikhlasan. Dan Semoga amal-amal kita diridhoi Allah Swt. sehingga menjadi jalan penyelamat kita di akhirat kelak. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x