Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 23:12 WIB

Pertikaian dan Pertengkaran Ummat, Perlukah?

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Rabu, 31 Oktober 2018 | 00:01 WIB

Berita Terkait

Pertikaian dan Pertengkaran Ummat, Perlukah?
(Foto: ilustrasi)

IBN al-Jawzi bercerita bahwa dulu terjadi pertikaian antara penduduk Karkh yang beraliran Syi'ah dengan penduduk Bab Bashrah yang beraliran Sunni. Banyak yang terbunuh. Namun yang menyedihkan, berdasar narasi penulis, orang yang membunuh itu tidak tahu mengapa harus membunuh. Yang terbunuhpun tak paham mengapa mereka harus dibunuh.

Ada dua catatan penting dari kisah di atas: pertama, betapa sesama muslim pun masih saja ada celah untuk bertengkar. Mungkin saja sesama ahlussunnahnya juga saling jegal, saling singkir dan singkur. Kalau begini terus, kapankah kerukunan itu akan terwujud dan dimanakah konsepsi ukhuwah itu disembunyikan? Mungkinkah keterpecahan dan pertikaian sesama muslim menjadikan Islam itu semakin berwibawa? Duduklah bersama, berdialoglah dan rumuskanlah kesepakatan. Inilah akhlak para salaf yang harus kita teladani.

Catatan kedua adalah bahwa pelaku dan korban pertikaian pada akhirnya ternyata tak paham mengapa mereka bertikai. Tuhannya sama, nabinya sama, kitab sucinya sama dan kiblatnya sama namun mengapa masih bisa dan mau diadudomba atas dasar hal yang tak pasti dan sementara? Ketika semua sudah luluh lantah seperti nasib Yaman dan Syiria, barulah menyesal.

Maukah bernasib sama dengan Yaman dan Syiria? Yang dipentingkan saat ini bukan gagah-gagahan berorasi membakar emosi massa. Yang dibutuhkan kini adalah kesantunan dan keteladanan dengan keseriusan menyejukkan hati ummat.

Tak apa tak tampil bak pahlawan di berita viral media sosial, teruslah berbuat mendinginkan suasana sesuai dengan kapasitasnya masing-masing. Salute dan sungkem saya kepada para guru dan kyai di pesantren yang tetap tulus dengan penuh tawadlu' memandu ummat menuju kebahagiaan. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x