Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 23:19 WIB

Kehendak Allah dan Rekayasa Manusia

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Sabtu, 27 Oktober 2018 | 04:30 WIB

Berita Terkait

Kehendak Allah dan Rekayasa Manusia
(Foto: ilustrasi)

KEMBALI saya dibuat terharu oleh QS Yusuf perhatikan ayat berikut ini: Allah SWT berfirman: "Dia (ayahnya) berkata, Wahai anakku! Janganlah engkau ceritakan mimpimu kepada saudara-saudaramu, mereka akan membuat tipu daya (untuk membinasakan)mu. Sungguh, setan itu musuh yang jelas bagi manusia." (QS. Yusuf 12: Ayat 5)

Ibnu Mulkin dalam kitab "At-Tawdlih li Syarh al-Jami' al-Shahih 32/150" menyatakan bahwa ayat ini adalah larangan untuk menceritakan mimpi kecuali pada orang yang tulus dalam mencinta dan kepada orang yang tulus memberikan nasehat. Mengapa jangan kepada semua orang?

Ada banyak orang yang iri, bahkan hanya pada mimpi, apalagi kenyataan indah. Rupanya ada banyak orang yang mencari panggung untuk dirinya sendiri dengan cara meruntuhkan panggung orang lain. Mereka ingin menghilangkan Nabi Yusuf dengan cara yang kejam.

Lihatlah ayat: Allah SWT berfirman: "bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat agar perhatian ayah tertumpah kepadamu, dan setelah itu kamu menjadi orang yang baik." (QS. Yusuf 12: Ayat 9)

Ternyata Allah memiliki rencana lain. Kemudian ada satu orang yang usul: Allah SWT berfirman: "Seorang di antara mereka berkata, Janganlah kamu membunuh Yusuf, tetapi masukkan saja dia ke dasar sumur agar dia dipungut oleh sebagian musafir, jika kamu hendak berbuat." (QS. Yusuf 12: Ayat 10)

Sebagian ahli tafsir berkata: "Walaupun Anda hanya sendiri, tetap suarakan kebenaran. Bisa jadi satu suara kebenaranmu bisa mengubah keadaan." Ternyata, karena usul inilah maka Nabi Yusuf "hanya" dilempar ke dalam sumur dan dari situlah kemudian kehendak Allah mengalahkan rekayasa manusia. Nabi Yusuf akhirnya masuk istana.

Tetaplah tulus dalam kehidupan, suarakan kebaikan, dukunglah kebaikan walau sepertinya kita tidak kebaikan "kue" atau "panggung" kebaikan itu. Pada akhirnya, kebaikan adalah untuk semuanya. Bacalah lanjutan kisah Nabi Yusuf yang hidupnya adalah untuk bangsa secara keselutuhan.

Kekuatan rekayasa manusia tak akan mampu mengalahkan kehendak Allah. Rekayasa manusia hanyalah berumur pendek, sementara. Jika Allah berkehendak, ada seribu satu cara untuk keluar dari jebakan rekayasa manusia. Lebih dari itu, kehendak Allah berumur panjang dan abadi. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x