Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 22:13 WIB

Dua Pintu Hati: Alam Jasmani dan Ruhani

Minggu, 21 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Berita Terkait

Dua Pintu Hati: Alam Jasmani dan Ruhani
(Foto: ilustrasi)

SESUNGGUHNYA hati memiliki dua pintu. Pertama, pintu yang terbuka ke alam ruhani ('alam al malakut), yaitu alam atau dunianya para malaikat dan Lauh Mahfudzh. Kedua, pintu yang terbuka ke alam jasmani ('alam al-mulki wasy-syahadah), yaitu alam yang dapat disaksikan dengan pancaindera dan berkaitan dengan dunia material.

Kemudian, terbukanya pintu hati ke alam ruhani bisa dapat dipahami dari peristiwa mimpi di mana kita bisa melihat berbagai hal dari kejadian masa lalu dan masa mendatang. Seseorang dapat menceritakan hal-hal itu tanpa memerlukan pengetahuan yang diperoleh dari kelima pancaindera.

Pintu itu terbuka bagi seseorang yang menyendiri dalam kesunyian dengan sibuk berzikir kepada Allah Swt. Rasulullah Saw bersabda, "Orang yang mengasingkan diri hanya untuk Allah, niscaya hatinya akan terbuka."

Seorang sahabat bertanya, "Ya Rasulullah, siapakah orang yang mengasingkan diri hanya untuk Allah?" Jawab Rasulullah Saw, "Yaitu) Orang yang suka menyucikan diri dengan mengingat (berzikir) Allah, dan Allah akan menghapus dosa-dosa mereka sehingga pada hari pembalasan nanti ia terbebas dari dosa-dosa."

Kemudian Nabi Saw melukiskan kebahagiaan mereka dalam sebuah hadis qudsi, "Aku (Allah) menghidupkan Wajah-Ku kepada mereka. Apakah engkau tahu, siapa mereka sehingga Aku menghadapkan Wajah-Ku kepada mereka? Apakah seseorang tahu, apa yang akan Kuberikan kepada mereka?" Kemudian Allah Ta'ala berfirman, "Pertama-tama Aku akan memberikan Nur-Ku ke dalam hati mereka, lalu mereka menyebarkan agama Allah sebagaimana mereka mendapatkannya dari Aku."

Jadi, perbedaan antara ilmu para nabi dan waliyullah dengan ilmu para ulama dan hukama adalah bahwa ilmu para nabi dan waliyullah datang dari pintu hati yang senantiasa terbuka ke alam malakut. Sedangkan ilmu para ulama dan hukama datang dari pintu hati yang selalu terbuka ke alam syahadah dan alam material melalui bantuan pancaidera. Dan keajaiban hati yang senantiasa terbuka ke alam malakut tidak mungkin dipelajari dengan ilmu-ilmu lahiriah sebagaimana yang dimiliki oleh para ulama dan hukama. Ilustrasi-ilustrasi ini menjelaskan perbedaan antara kedua alam yang berbeda tersebut. [imam al-ghazzali]

Komentar

Embed Widget
x