Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 17 Desember 2018 | 01:43 WIB

10 Wasiat Ibu kepada Sang Putri Pasca Menikah

Jumat, 19 Oktober 2018 | 08:00 WIB

Berita Terkait

10 Wasiat Ibu kepada Sang Putri Pasca Menikah
(Foto: Ilustrasi)

SEORANG ibu memberi wasiat kepada putrinya pada malam zafaf yakni malam pertama setelah pernikahan putrinya. Dia berpesan:

"Putriku, sebuah wasiat seandainya ditinggalkan mampu mendatangkan sebuah kehormatan, tentu akan aku tinggalkan dan menjauhkan hal itu darimu. Akan tetapi, sebuah wasiat dapat mengingatkan orang yang berakal dan juga membangunkan orang yang sedang lupa.

Putriku, kamu telah meninggalkan tempat tinggalmu sekarang menuju ke sebuah tempat yang tidak kamu kenal sebelumnya, teman baru yang belum akrab, dan kamu menjadi ratu baginya. Oleh karena itu, jadilah engkau pelayan bagi suamimu, niscaya suamimu juga akan melayanimu.

Jagalah sepuluh wasiatku ini, maka kamu akan senantiasa dimengerti dan diingat.

Pertama dan kedua, menggaulinya dengan menerimanya apa adanya (qanaah) dan menjadi pendengar yang baik serta menaatinya. Sebab, qanaah mampu menentramkan hati, sedangkan menjadi pendengar yang baik dan menaati akan disayang oleh Allah Ta'ala.

Ketiga dan keempat, jangan sampai suamimu melihatmu dalam keadaan jelek (tidak berhias) dan jangan samapi dia mencium baumu, melainkan kamu dalam keadaan paling wangi. Lakukan itu disertai dengan niat. Jika tidak memiliki minyak wangi, maka cukup air sebagai gantinya. Sedangkan celak adalah sebaik-baik perias yang ada.

Kelima dan keenam, buatlah jadwal khusus untuk waktu makan dan ciptakan suasana yang tenang saat dia tidur. Sebab, kelaparan yang sangat dan mendengkur saat tidur dapat membuat seseorang marah.

Ketujuh dan kedelapan, menjaga hartanya serta merawat kepunyaan kerabat dan keluarganya. Sebab, menjaga harta termasuk bentuk penghormatan yang baik, sedangkan merawat kerabat dan keluarga termasuk cara mengatur yang paling baik.

Kesembilan dan kesepuluh, jangan pernah menyebarkan rahasianya dan jangan pernah menolak perintahnya. Sebab, jika kamu menyebarkan rahasianya, tidak mematuhi perintahnya, atau melakukan sesuatu yang membuat sakit hatinya, maka dia tidak akan segan-segan untuk mengkhianatimu.

Kemudian hati-hatilah engkau jangan sampai engkau gembira tatkala ia sedang bersedih, dan janganlah bersedih tatkala ia sedang bergembira. Sebab pada kondisi yang pertama itu termasuk bentuk pelecehan, sedangkan pada kondisi kedua dapat membuatnya susah.

Ingatlah, kamu tidak pernah dapat mencapai semua itu sebelum semua yang diridainya mampu membekas pada sesuatu yang kamu ridhai, baik itu terhadap hal yang kamu sukai maupun yang kamu benci." []

Komentar

Embed Widget
x