Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 17 Januari 2019 | 08:23 WIB

Lima Bahaya Beristrikan Orang Kaya

Kamis, 18 Oktober 2018 | 10:00 WIB

Berita Terkait

Lima Bahaya Beristrikan Orang Kaya
(Foto: Istimewa)

ADA lima bahaya beristrikan wanita yang kaya [wanita itu sendiri sudah kaya atau berasal dari keluarga kaya]:

(1) maharnya mahal; (2) melambat-lambatkan perkawinan; (3) pelayanannya cenderung kurang; (4) banyaknya pengeluaran (belanja); dan (5) dia tidak dapat (sulit) diceraikan karena takut kehilangan hartanya. Hal ini tidak terjadi pada perempuan yang miskin jika akan dinikahi.

Seorang ulama berkata, "Seorang suami seharusnya memiliki empat kelebihan dibanding istrinya, jika tidak, maka istrinya akan memandang rendah suaminya, yaitu umur, tinggi badan, kekayaan dan keturunan. Seorang perempuan [istri) seharusnya mempunyai empat hal yang lebih ketimbang suaminya, yaitu kecantikan, karakter, kesalehan, dan akhlak."

Sesuatu yang menjadikan seseorang lupa kepada Allah Swt hukumnya terlarang, haram. Apabila setelah menikah seseorang bisa lebih banyak berdzikir kepada Allah daripada jika sendirian, maka pernikahan itu baik baginya.

Suatu kali seorang laki-laki kaya ingin menikahi seorang wanita sufi, Rabi'ah al-'Adawiah dari Bashrah. Rabi'ah menolak lamaran laki-laki tadi dengan mengatakan, "apabila Allah Ta'ala mengaruniakan aku kekayaan seperti kekayaanmu atau lebih dari itu, adalah tidak lebih baik bagiku untuk melupakan Allah barang sejenak."

Ada banyak obat untuk mengekang syahwat, yaitu lapar, memelihara pandangan, dan terlibat dalam pekerjaan yang menyibukkan hati. Seandainya tiga hal itu tidak berhasil mengendalikan syahwat, maka menikah lebih baik. Oleh karena itu, para ulama salaf umumnya menyegerakan menikah dan segera menikahkan ana-anak perempuan tanpa ditunda-tunda lagi jia sudah tiba saatnya. [imam al-ghazzali]

Komentar

Embed Widget
x