Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 16:16 WIB

Giat Berdzikir

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Sabtu, 13 Oktober 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Giat Berdzikir
(Foto: SMSTauhiid)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt dan hanya kembali kepada-Nya. Semoga Allah Yang Maha Menatap, menjadikan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang senantiasa istiqomah menjaga kebersihan hati. Hanya hati yang bersih yang bisa menangkap petunjuk-petunjuk kebenaran yang mengantar pada keselamatan. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman,"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Ingatlah hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenang."(QS. Ar Radu [13] : 28)

Saudaraku, basahkanlah lisan kita dengan dzikir, dzikir dan dzikir. Apapun aktifitas kita, ketimbang menggunakan lisan untuk membicarakan hal yang sia-sia, akan jauh lebih baik jika digunakan untuk berdzikir. Pembicaraan sia-sia hanya akan menimbulkan dosa karena bisa terjebak kepada pembicaraan dusta, sombong atau membicarakan keburukan orang lain (ghibah).

Sedangkan berdzikir kepada Allah Swt. akan mendatangkan ketenangan hati dan semakin mendekatkan diri kita kepada-Nya. Berdzikir akan semakin menyuburkan rasa cinta kita kepada Allah Swt.

Dzikir dengan lisan adalah hal yang ringan untuk dilakukan. Akan tetapi hal itu menimbulkan efek yang luar biasa besar. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw.,"Dua kalimat yang ringan diucapkan lidah, tapi berat dalam timbangan (akhirat) dan disukai oleh Allah yaitu kalimat, "SubhaanAllah wabihamdihi, subhaanAllahil azhim" (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung."(HR. Bukhori)

Sahabatku, jadikanlah dzikir sebagai kebiasaan kita. Karena kebiasaan itu akan menjadi akhlak. Biasakanlah merespon setiap kejadian dengan menyebut nama Allah. Tidak sedikit orang yang memiliki kebiasaan mengucapkan kata-kata, celetukan-celetukan yang sia-sia manakala terkejut atau terpesona karena suatu peristiwa. Jikalau kebiasaan sia-sia ini sudah menjadi bagian dari akhlak kita, maka sungguh merugilah kita, karena melakukan perbuatan sia-sia itu bukan ciri dari orang yang beriman.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membiasakan lisan hingga hati kita menyebut nama Allah dan mengingati-Nya. Jika kita sudah terbiasa, maka dzikir akan menyatu dengan kepribadian kita dan menjadi akhlak kita. Betapa indah pribadi yang senantiasa lekat dengan dzikir kepada Allah Swt. Orang yang mengingat Allah, niscaya akan diingat oleh-Nya.

Allah Swt berfirman,"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kamu menginkari (nikmat)-Ku."(QS. Al Baqoroh [2] : 152).

Semoga kita tergolong hamba-hamba Allah Swt yang senantiasa mengingat-Nya.Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x