Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 08:12 WIB

Memahami Al-Quran dengan Pendekatan Kontemporer

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Sabtu, 6 Oktober 2018 | 00:04 WIB

Berita Terkait

Memahami Al-Quran dengan Pendekatan Kontemporer
(Foto: Ilustrasi)

ATAS nama Kopertais IV, saya diminta menyampaikan kuliah umum tentang "Pendekatan Kontemporer dalam Studi Al-Quran" di sebuah perguruan tinggi yang khusus mempelajari ilmu-ilmu al-Qur'an. Kata kontemporer meniscayakan saya berbicara juga tentang studi al-Qur'an di masa EARLY yang dianggap klasik dan tradisional dan di masa MEDIEVAL yang dianggap sebagai jembatan penting transisi menuju modern.

Ada beberapa features (tampakan) studi al-Qur'an kontemporer ini. Populernya tafsir tematik (mawdlu'i) di bawah sinaran rasionalism adalah salah satunya. Tafsir model ini merupakan bentuk yang tak begitu lazim jika dibandingkan dengan tafsir klasik yang tak memberikan ruang besar untuk menemukan pesan al-Qur'an dalam scope tema besar. Klasik lebih banyak fokus pada pesan per ayat dan elatif sepi dari sentuhan rationalism. Tafsir Ahmad Khan, Muhammad Abduh dan Rasyid Ridla menarik untuk dijadikan contoh yang kontemporer.

Scientific Exegesis (Tafsir Saintifik) merupakan tampakan lainnya. Ini juga merupakan lanjutan dari pengaruh rationalism itu. Ilmu-ilmu umum mulai dipekerjakan untuk menguak rahasia terpendam kitab suci yang satu ini. Sungguh pendekatan baru ini melengkapi gaya klasik yang relatif penuh dengan tafsir sufi dan sejenisnya. Lalu lahirlah banyak karya yang berujung judul AL-I'JAZ AL-ILMI atau THE SCIENTIFIC MIRACLE.

Perspektif sastra (literary studies) dalam tafsir merupakan tampakan kontemporer lainnya. Nama Amin al-Khuli, guru besar bahasa Arab di Mesir, merupakan nama terpopuler sebagai inisiator pendekatan ini. Sayang forum ini tak cukup luas untuk menjadi wadah penjelasan panjang dan menarik tentangnya.

Tampakan lainnya adalah dijadikannya historisitas al-Qur'an sebagai pertimbangan atau rujukan dalam menguak makna yang dibawa al-Qur'an. Tentang historisitas ini sungguh telah memantik banyak kontroversi. Menantang dan menarik untuk dipelajari. Saya sampaikan beberapa poin besarnya. Sementara detailnya, biarlah yang lebih ahli yang membahasnya. Saya hanyalah sebagai pengantar pendahuluan saja. Analisa dan kesimpulan adalah urusan Anda. Maafkan saya. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x