Find and Follow Us

Rabu, 22 Mei 2019 | 00:14 WIB

Banyak yang Bertanya Rahasia Rizki

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Jumat, 5 Oktober 2018 | 00:03 WIB
Banyak yang Bertanya Rahasia Rizki
(Foto: Ilustrasi)

APAKAH rizki itu rahasia? Apakah rizki itu memiliki dan menyimpan rahasia tentang dirinya? Sesungguhnya rizki itu telah menampakkan dirinya secara terbuka dan menyatakan karakter dirinya secara jelas melalui kisah, berita dan kejadian tentangnya.

Namun ternyata masih banyak juga yang bertanya tentang rahasia rizki. Ternyata, sesuatu yang terlalu nyata itu tetap saja diduga menyimpan rahasia. Maka laris manislah seminar dan pelatihan rahasia rizki dan rahasia kaya.

Mari hari ini kita berbincang kecil saja dan merujuk pada kisah kecil saja, namun memiiki implikasi besar. Umar bin Khattab, sahabat Nabi Muhammad yang terkenal tegas, keras namun dermawan itu, berkata: "Di antara seorang hamba dengan rizkinya itu sesungguhnya ada hijab (penghalang). Jika hamba itu ridla atas apa yang telah diterimanya dan menganggapnya cukup maka rizki lainnya akan datang padanya."

Baca lagi kalimat Sayyidina Umar di atas. Kalimat tersebut adalah potongan indah yang menyadarkan kita bahwa rizki itu unik, dikejar semakin lari, diterima dengan tulus malah memanggil-manggil teman-temannya. Catat bahwa rizki itu maknanya luas, tidak terbatas pada urusan uang.

Kelegaan hati untuk tersenyum atas rizki yang diterima memiliki power luar biasa untuk menarik rizki lainnya untuk datang. Sementara merengut dan mengeluh terus atas rizki yang ada adalah pengusir rizki yang sudah diterima. Rupanya, Allah sang pemberi rizki menginginkan kita untuk senantiasa bersyukur dan bersyukur serta berhenti dari mengeluh dan mengeluh.

Sambutlah dengan senyuman semua rizki yang kita terima. Sedikit atau banyak itu hanyalah masalah ukuran atau timbangan. Pemberinya adalah sama, yakni Allah SWT. Mengeluhkan rizki adalah mengeluhkan Ar-Razzaaq, Sang Pemberi Rizki. Mensyukurinya adalah memujiNya akan kebaikan dan kedermawananNya. Kita saja jika dipuji dan diapresiasi akan bahagia dan siap untuk berbuat lebih banyak dan lebih baik lagi. Sementara jika selalu dikritik dan disalahkan, pastilah kita enggan untuk berbuat lebih dari apa yang sudah dilakukan.

Pandai-pandailah bersyukur. Katakan al-hamdu liLLAAH atas semua yang kita dapatkan. Bukankah Allah sendiri yang berjanji: "Kalau kalian bersyukur, niscaya sungguh Aku tambahkan untuk kalian." Syukurilah rizki harta, syukurilah rizki ilmu, syukurilah rizki sehat, syukurilah rizki relasi, syukurilah rizki famili, syukurilah semuanya. Penuhi langit dengan syukurmu, maka Allah akan penuhi dirimu dengan rizkiNya. Salam, AIM, pengasuh Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

Komentar

Embed Widget
x