Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 16:16 WIB

Dua Surat yang Dibaca Ketika Salat Dhuha

Selasa, 2 Oktober 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Dua Surat yang Dibaca Ketika Salat Dhuha
(Foto: Istimewa)

ADA yang bertanya kepada Ustaz Ammi Nur Baits, "Bagaimana derajat hadist ini: Menurut Ibnu Abidin yang sebaiknya dibaca pada salat dhuha adalah surat Asy-Syam pada rakaat pertama dan surat Ad-Dhuha pada rakaat kedua."

"Hal ini berdasarkan riwayat dari Uqban bin Amir, "Kami diperintahkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk salat dhuha dengan membaca sejumlah surat. Di antaranya Asy-Syams dan Adh-Dhuha."

Sementara dalam Nihayatul Muhtaj disebutkan bahwa yang lebih utama membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas karena surat Al-Ikhlas setara dengan sepertiga Alquran dan Al-Kafirun setara dengan seperempat Alquran.

Waalaikumussalam. Alhamdulillah was shalatu was salamu ala Rasulillah

Terdapat sebuah hadis yang menganjurkan untuk membaca surat As Syams pada rakaat pertama dan membaca surat Ad dhuha pada rakaat kedua. Hadis tersebut berbunyi:

Salatlah dua rakaat dhuha dengan membaca dua surat dhuha, yaitu surat Was syamsi wadhuhaa haa dan surat Adh dhuha."

Dalam riwayat yang lain terdapat tambahan: "Barangsiapa yang mengamalkannya maka dia diampuni."

Hadis di atas diriwayatkan oleh Ar Ruyani dalam Musnad-nya dan Ad Dailami (2:242) dari jalur Musyaji bin Amr. Hadis ini juga disebutkan oleh Al Hafidz Ibn Hajar dalam Fathul Bari Syarh Shahih Bukhari dan tidak dikomentari. Beliau hanya menyatakan bahwa bacaan surat tersebut ada kesesuaian bacaan dengan salat yang dikerjakan.

Namun yang benar, hadis di atas adalah hadis palsu. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Al Albani, beliau mengatakan: "Hadis ini palsu, cacatnya ada pada Musyaji bin Amr. Ibn Main berkomentar tentang Musyaji: "yang saya tahu dia (musyaji) adalah seorang pendusta." (Silsilah Hadis Dhaif dan Palsu, hadis ke-3774).

Hadis ini juga didhaifkan oleh Al Munawi dalam Faidlul Qodir dengan alasan adanya perawi yang bernama Musyaji bin Amr. Imam Ad Dzahabi dalam Ad Dluafa mengatakan dengan menukil perkataan Ibn Hibban: "Dia memalsukan hadis dari Ibn Lahiah dan dia adalah dhaif." (Faidlul Qodir, 4:201).

Dari dua penjelasan ini, dapat diambil kesimpulan dengan yakin bahwa hadis yang menganjurkan salat dhuha dengan bacaan tertentu adalah hadis dhaif. Artinya tidak ada anjuran untuk mengkhususkan salat dhuha dengan bacaan tertentu, baik di rakaat pertama, rakaat kedua, maupun doa setelah salat dhuha.

Dalam masalah ini, terdapat satu kaidah terkait masalah ibadah yang penting untuk diketahui: "Membatasi setiap ibadah yang sifatnya mutlak dengan tata cara tertentu misalnya waktu, tempat, bacaan, jumlah, dan yang lainnya- tanpa ada keterangan dalil yang shahih termasuk salah satu bentuk bidah." (Qowaid Marifatil Bida, Hal. 52)

Karena hadis yang dijadikan dalil untuk menetapan dua surat di atas adalah hadis palsu maka tidak selayaknya dijadikan pegangan untuk mengkhususkan bacaan tertentu dalam salat dhuha. Karena hadis palsu bukanlah sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Sementara mengkhususkan bacaan tertentu untuk ibadah yang sifatnya umum (tidak ditentukan bacaannya) padahal tidak ada dasarnya, termasuk salah satu perbuatan bidah. Wallahu alam.

As Syaikh Ibn Baz rahimahullah pernah ditanya tentang bacaan surat As Syamsi dan Ad dhuha ketika salat dhuha. Beliau menjawab: "Adapun yang sesuai sunah, engkau membaca surat yang mudah menurutmu setelah membaca Al Fatihah. Dalam bacaan tersebut tidak ada batasan tertentu, karena yang wajib hanya Al Fatihah sedangkan tambahannya adalah sunah. Maka jika setelah Al Fatihah engkau membaca surat As Syamsi, Al Lail, Ad dhuha, Al Insyirah, dan surat-surat yang lainnya, ini adalah satu hal yang baik." (Majmu Fatawa dan Maqalat Ibn Bazz, 11).[]

Komentar

Embed Widget
x