Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 08:22 WIB

Cara Islami Selesaikan Hubungan Antar-Manusia

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Kamis, 4 Oktober 2018 | 00:01 WIB

Berita Terkait

Cara Islami Selesaikan Hubungan Antar-Manusia
(Foto: Ilustrasi)

TAK ada manusia yang nol persen konflik dengan orang lain. Bahkan, terkadang, orang terdekat dengan kitalah yang memiliki masalah atau membuat masalah dengan kita.

Kisah Nabi Yusuf dalam Qur'an surat Yusuf mengajarkan kita tentang kesimpulan ini saat saudara-saudara Yusuf menyimpan iri hati kepada Yusuf. Lalu, apakah yang harus kita lakukan? Bacalah keseluruhan makna ayat dalam surat Yusuf itu.

Cara terbaik adalah dengan cara lebih mengenali karakter orang yang bermasalah dengan kita baik dengan cara dialog ataupun cara etis lainnya. Lalu diskusikanlah cara menyelesaikan masalah itu dengan bahasa akal, bahasa kemaslahatan dan bahasa kemanusiaan. Indah sekali membaca cara Nabi Yusuf menyelesaikan masalah dalam keluarganya itu.

Kesabaran menunggu kebijakan waktu dalam memaparkan kelanjutan kisah adalah dasar utama yang harus dimiliki. Pada saatnya, waktu akan bicara dengan jujur tentang hakikat dari peristiwa yang terjadi. Narasi waktu tak pernah keliru memaparkan siapa yang benar dan siapa yang salah. Jalani saja setiap peristiwa dengan tetap istiqamah di atas jalan syari'ah. Semua akan terasa indah pada waktunya.

Pernahkan kita menduga bahwa Allah telah salah dalam menetapkan takdir? Pernahkah kita menyangka bahwa Allah itu tak adil kepada kita karena menitipkan banyak masalah dalam kehidupan kita? Kalau jawabannya adalah "iya," maka istighfarlah.

Prasangka seperti inilah yang telah membuat hati kita terus terisi dengan kesedihan dan kegalauan. Yakini bahwa semuanya itu berhikmah dan katakan bahwa Allah itu adil dalam segala ketetapanNya, maka hatipun akan mengubah frekuensi hidup ke chanel frekuensi kebahagiaan.

Tetaplah waspada dalam masalah. Namun waspada tak bermakna gelisah dan bingung. Tawakkal kepada Allah, pasrahkan kepada Allah, maka Allah akan senantiasa melindungi kita. HasbunaLLAH wa ni'ma al-Wakiil, ni'ma al-Mawlaa wa ni'ma an-Nashiir. Salam, AIM, Pondok Pesantren Kota Alif Laam Miim Surabaya. [*]

Komentar

Embed Widget
x