Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 20:33 WIB

Fokus Mengejar Ridho Allah

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Minggu, 16 September 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Fokus Mengejar Ridho Allah
(Foto: Ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Tiada yang patut disembah selain Allah. Tiada yang patut dijadikan sandaran selain Allah. Dialah Allah, Dzat yang tidak pernah tidur, Dzat yang senantiasa melimpahkan karunianya tanpa henti kepada kita. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bersyukur. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, ada sebuah hadits yang penting untuk selalu kita renungkan. Abu Hurairoh r.a meriwayatkan, bahwa ia pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, "Manusia pertama yang diadili pada hari Kiamat nanti adalah orang yang mati di medan jihad. Orang itu didatangkan di hadapan Allah. Kemudian, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya.

Allah berfirman kepadanya, "Apa yang telah engkau lakukan di dunia?" Ia menjawab, "Aku telah berperang membela agama-Mu." Lalu, Allah berfirman, "Engkau berbohong. Engkau berperang agar orang-orang menyebutmu seorang pemberani." Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Kemudian, seorang penuntut ilmu sekaligus rajin membaca Al Quran, dihadapkan kepada Allah. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Allah berfirman, "Apa yang telah engkau lakukan di dunia?" Dia menjawab, "Aku menuntut ilmu, mengamalkannya dan aku membaca Al Quran dengan mengharap ridho-Mu.

Allah berfirman kepadanya, "Engkau berbohong. Engkau mencari ilmu supaya orang menyebut engkau sebagai seorang alim. Dan, engkau membaca Al Quran agar orang lain menyebutmu rajin membaca Al Quran." Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Selanjutnya, seorang yang kaya raya dan terkenal dermawan, dihadapkan kepada Allah. Lalu, ditunjukkan segala kenikmatan yang telah diberikan kepadanya. Dan, ia mengakuinya. Allah berfirman, "Apa yang telah engkau lakukan di dunia?" Ia menjawab, "Semua harta yang aku miliki tidak aku sukai, kecuali aku sedekahkan karena-Mu."

Lalu, Allah berfirman, "Engkau berbohong. Engkau melakukan itu agar orang-orang menyebut engkau sebagai dermawan dan murah hati." Kemudian, Allah memerintahkan agar amalnya dihitung di pengadilan-Nya. Akhirnya, orang itu dimasukkan ke neraka.

Abu Hurairoh berfirman, "Kemudian, Rasulullah menepuk pahaku dan berkata, "Wahai Abu Hurairoh, mereka adalah manusia pertama yang merasakan panasnya api neraka Jahanam di hari kiamat nanti." (HR. Muslim)

SubhaanAllah! Betapa dahsyatnya masalah niat. Sehebat apapun perbuatan yang dilakukan seseorang, akan sia-sia saja jikalau tidak diniatkan karena Allah Swt. Namun sebaliknya, sehalus dan sekecil apapun perbuatan, jikalau diniatkan karena Allah, niscaya akan bernilai besar di hadapan Allah Swt. Sehingga yang penting menjadi fokus kita dalam beramal adalah niat mengejar ridho Allah. Apalah artinya amal yang hebat jikalau Allah tidak ridho.

Saudaraku, jadi bukan karena kurang kerja keras amal menjadi tidak bernilai, tapi karena salah niat yang tidak fokus kepada Allah Swt. Mari kita senantiasa periksa hati kita, periksa niat kita setiap kali melakukan amal perbuatan. Demikian juga manakala mendapat keberuntungan atau musibah, segeralah fokus kepada Allah. Karena tiada satupun kejadian di alam semesta ini melainkan atas izin-Nya.

Hanya dengan fokus kepada Allah, fokus mengharap ridho-Nya, setiap amal kita akan bernilai ibadah dan setiap hal yang menimpa diri kita akan berbuah kebaikan dan kemuliaan. InsyaaAllah.[smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x