Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 11:59 WIB

Cerdaskah Kita? Periksa Hapalan dan Perasaan Kita

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 10 September 2018 | 00:01 WIB

Berita Terkait

Cerdaskah Kita? Periksa Hapalan dan Perasaan Kita
(Foto: Ilustrasi)

KADANG kita merasa bangga bila menyebut nama tokoh yang tak dikenal banyak orang. Seakan kita adalah orang paling pintar. Semakin banyak nama tokoh seperti itu kita sebut, semakin kita merasa pandai dan tak tersaingi.

Tapi jika kita lupa nama yang paling terkenal, NABI MUHAMMAD SAW, sungguh kita menjadi manusia paling terhina. Bagaimana tidak menjadi yang paling terhina sementara beliaulah yang membimbing kita, yang mengarahkan kita dan yang akan memberikan syafaat kepada kita kelak di hari kemudian.

Kadang kita merasa sebagai manusia paling top saat mampu menghapal dan menyampaikan teori-teori yang tak banyak dihapal orang lain. Semakin sulit teori itu dipahami semakin kita merasa sebagai manusia paling cerdas yang sulit dicari padanannya.

Tapi jika kita tak hapal dua kalimat syahadat dan tak mampu memahami maknanya serta tak bisa menanamkan nilai serta pesannya dalam hati kita, sungguh kita jatuh menjadi manusia paling bodoh dalam hidup ini.

Kadang kita merasa menjadi orang paling hebat saat kita hapal banyak nama orang yang tinggalnya jauh dengan kita serta tahu semua peristiwa yang terjadi jauh dari lokasi kita tinggal. Tapi jika kita tak pernah hapal nama tetangga kita dan tak pernah tahu serta tak mau tahu apa yang terjadi pada tetangga dan orang-orang yang dekat dengan kita, sungguh keterlaluan kebuntuan emosi dan spiritualitas kita. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x