Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 10:05 WIB

Bangsa Bermartabat

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Senin, 10 September 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Bangsa Bermartabat
(Foto: Istimewa)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Mendengar setiap bisikan yang paling halus sekalipun, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqomah di jalan-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, kita mengharapkan bangsa kita menjadi bangsa yang maju dan bermartabat. Bangsa yang memiliki harga diri, mandiri dan kuat dalam berbagai bidang dan mampu membangun manusianya menjadi manusia-manusia yang mulia.

Mari kita canangkan bangsa Bermartabat. Bermartabat kita buat susun sebagai akronim yang dimulai dengan Bersih. Bangsa bermartabat dimulai dengan menjaga kebersihan lahir batinnya. Bersih dari korupsi, bersih dari kemaksiatan, bersih akidahnya, bersih akhlaknya, bersih hatinya. Bangsa yang memiliki tempat yang bersih, sistem yang bersih, keuangan yang bersih. Dan semua itu dimulai dari diri dan keluarga yang bersih.

Allah Swt berfirman, "(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih," (QS. Asy Syuaro [26] : 88-89)

Selanjutnya adalah Makmur. Bangsa bermartabat juga adalah bangsa yang makmur tidak secara lahir saja, namun juga batinnya. Secara ekonomi kuat, dan ditopang dengan keadaan hati rakyat dan pemerintahnya yang lapang, bahagia, tidak tertekan. Untuk makmur kita perlu memiliki 3 UR, yaitu jujur, akur dan syukur.

Ciri selanjutnya dari bermartabat adalah Taat. Bangsa yang taat kepada Allah Swt., yang telah menciptakan dan mencukupi rezekinya dan taat kepada Rasulullah Saw. Taat di sini bisa bermakna juga dengan kedisiplinan. Tidak ada bangsa yang maju tanpa kedisiplinan. Mari kita tafakuri bangsa-bangsa yang sudah maju, bisa dipastikan mereka mempraktikkan kedisiplinan dalam kehidupannya. Padahal disiplin adalah milik kita juga sebagai umat Islam. Rasulullah Saw sudah lebih dahulu mengajarkan kedisiplinan, tinggal kita mujahadah dan istiqomah mempraktikkannya.

Ciri berikutnya adalah Bersahabat. Bangsa yang bermartabat warganya senantiasa membina dirinya dan membina pergaulannya untuk tidak menjadi ancaman bagi pihak lain. Senantiasa mengeratkan persahabatan dan persaudaraan. Mengelola perbedaan dan persamaan secara bijaksana dan adil.

Kita tahu bahwa penghuni bumi ini, khususnya bangsa kita, amat beragam. Dan, tidak sepatutnya keberagaman ini menjadi alasan untuk saling mengancam dan bermusuhan. Justru keberagaman harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkaya. Saling mentafakuri dan menghargai.

Allah Swt berfirman, "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. Al Hujurot [49] : 13)

Saudaraku, uraian tentang bangsa bermartabat ini hanya ikhtiar sederhana untuk merumuskan cita-cita kita. Menjadi bangsa yang bermartabat adalah cita-cita kita dan memiliki cita-cita itu penting agar setiap langkah kita jelas arahnya.

Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan petunjuk dan pertolongannya kepada kita, agar bangsa kita ini semakin hari semakin aman, nyaman, damai dan kuat. Aamiin yaa Allah yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x