Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 September 2018 | 11:55 WIB

Bergembira Karena Jadi Jalan Kebaikan

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Kamis, 6 September 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Bergembira Karena Jadi Jalan Kebaikan
(Foto: Istimewa)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Dialah Allah, Dzat Yang Maha Melihat setiap perbuatan makhluk-Nya. Dialah Allah, Dzat Yang Maha Mengetahui setiap maksud dan niat yang terselip di dalam hati setiap hamba-Nya. Tiada yang patut disembah selain hanya Allah Swt. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, Imam Ibnu Athoillah, semoga Allah merohmatinya,menerangkan, "Jangan merasa gembira atas perbuatan taat karena engkau merasa telah bisa melaksanakannya. Tetapi bergembiralah atas perbuatan taat itu, karena ia sebagai karunia, taufik, hidayah dari Allah kepadamu. Katakanlah, "Dengan kurnia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan" (QS. Yunus [10] : 58).

Jangan merasa gembira karena telah melakukan ketaatan dan kebaikan. Tapi bergembiralah atas perbuatan tersebut karena kita ditolong oleh Allah sehingga bisa taat. Kalau kita bergembira dengan mengucapkan, "ALHAMDULILLAH saya bisa bersedekah!", ini masih kelas biasa-biasa saja. Ungkapkanlah, "ALHAMDULILLAH, Allah menjadikan saya sebagai jalan rezeki bagi hamba Allah lainnya."

Jadi, yang berbuat kebaikan itu adalah Allah secara utuh sepenuhnya. Seperti kita memberi santunan kepada anak yatim. Sesungguhnya santunan yang berupa uang, pakaian atau makanan itu adalah memang rezeki anak yatim dari Allah Swt. Adapun kita hanya menjadi jalannya. Ketika kita menyantuni anak yatim, dan bergembira akan hal itu diiringi rasa yakin bahwa semua itu adalah kebaikan Allah sedangkan kita hanya menjadi jalan, maka ini ciri tauhid di dalam hati kita yang semakin baik.

Bergembira atas perbuatan Allah yang telah menjadikan kita jalan kebaikan dan ketaatan, akan membuat kita senantiasa rendah hati dan memiliki tauhid yang bersih dan kokoh. Juga akan membuat kita lebih mudah selamat dari jebakan rasa ujub, sombong, riya, sumah. Karena hakikatnya kita memang tidak memiliki apa-apa. Keberlimpahan yang kita miliki pun bukan milik kita, tetapi hanya titipan dari Allah Swt. Kemampuan kita mengumpulkannya pun bukanlah murni kemampuan kita, melainkan karena Allah memampukan kita.

Marilah kita senantiasa bergembira dan bersyukur karena telah dipilih oleh Allah untuk menjadi jalan kebaikan. Semoga kita termasuk hamba-hamba-Nya yang dilimpahi karunia berupa jalan-jalan kebaikan sehingga semakin bernilailah kita di hadapan Allah SWt. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x