Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Oktober 2018 | 02:04 WIB

Manis Bagai Tebu

Jumat, 31 Agustus 2018 | 21:00 WIB

Berita Terkait

Manis Bagai Tebu
(Foto: ilustrasi)

Makammu bukanlah diperindah oleh batu, kayu dan plesteran;
Bukan itu, melainkan dengan menggali makam untuk dirimu sendiri
dalam kesucian ruhani dan menguburkan egoisme dirimu di dalam egoisme-Nya
Dan menjadi debu-Nya dan terkubur dalam cinta-Nya, sehingga Nafas-Nya dapat memenuhi dan menghidupimu.

Sebuah makam dan kubah menara kecil tidaklah menyenangkan bagi para pengikut Yang Maha Besar.
Sekarang lihatlah orang hidup yang berkain satin:
apakah jubahnya yang indah itu menuntun pengertiannya terhadap segala sesuatu?
Jiwanya tersiksa, kalajengking deritanya berdiam di dalam hatinya yang benar-benar pedih.

Lahirnya, penuh dengan tanda jasa dan hiasan;
namun batinnya mengerang, menjadi mangsa berbagai pikirannya yang pahit;
Dan lihatlah, orang lain, yang berjubah tua lagi kumal,
pikiran-pikirannya manis bagai tebu, kata-katanya bagai gula!

[Rumi]

Komentar

Embed Widget
x