Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 10:04 WIB

Pantang Sembunyi di Balik Alasan

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Senin, 3 September 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Pantang Sembunyi di Balik Alasan
(Foto: Istimewa)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt, Dzat Yang Maha Agung yang tiada pernah berhenti melimpahkan karunia kepada seluruh makhluk-Nya, meski dari mereka masih saja ada yang bermaksiat kepada-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Saudaraku, begitu banyak orang yang sibuk memperbaiki dirinya. Sibuk untuk tidak mengulangi perbuatan buruk dan sia-sia, serta sibuk memperbanyak amal kebaikan. Namun, masih ada saja sebagian yang lain yang malah sibuk membangun penghalang dari perbaikan diri dengan cara membuat berbagai macam alasan.

Orang semacam ini sibuk mencari alasan, kemudian ia bersembunyi di baliknya sehingga makin lama ia memperbaiki dirinya. Biasanya orang yang begini disebabkan ada penyakit malas di dalam hatinya. Orang yang semacam ini juga biasanya sibuk menyalahkan orang lain, ketimbang mendahulukan mengevaluasi dirinya sendiri.

Orang semacam ini jika diberi masukan, kritikan atau evaluasi, akan sibuk menyerang balik, bukan sibuk memeriksa apakah penilaian orang lain itu benar adanya. Sehingga belum sempat ia memeriksa dan memperbaiki diri, malah semakin memperkeruh dirinya sendiri dengan keangkuhan. Siapapun yang memberi masukan kepadanya, malah akan ia cibir dan gunjingkan.

Tanpa terasa hatinya diberangus dengan penyakit sombong. Rasulullah Saw bersabda, "Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain." (HR. Muslim)

Tidak hanya itu, orang yang gemar bersembunyi di balik alasan juga sedapat mungkin akan mencari-cari keburukan orang yang mengkritiknya. Lalu ia sebar-sebarkan keburukan itu, ia jatuh pada perbuatan ghibah bahkan hingga fitnah. Padahal apa perlunya ia melakukan itu? Bukankah yang terpenting adalah memperbaiki diri, toh setiap orang pasti memiliki kekurangan.

Padahal Allah Swt berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka, karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al Hujurot [49] : 12)

Demikian banyak perbuatan dosa yang potensial dilakukan oleh orang yang gemar bersembunyi di balik alasan. Demikian banyak dosa yang bisa dituai oleh orang yang mengira dirinya sedang diserang, padahal sebenarnya sedang Allah karuniai kesempatan untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri.

Saudaraku, semoga kita tidak termasuk orang yang seperti ini. Semoga kita tergolong orang-orang yang lapang dada dan rendah hati menerima masukan, koreksi demi kebaikan diri kita sendiri. Dan, semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang senantiasa peka menerima nasehat. Aamiin yaa Robbal aalamiin. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x