Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 19 Oktober 2018 | 07:08 WIB

Pemujaan Orang Suci

Jumat, 17 Agustus 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Pemujaan Orang Suci
(Foto: ilustrasi)

SEORANG Syeikh Sufi ditanya oleh seorang pengunjung:

"Adakah nilai dalam memuja orang suci?" Ia menjawab, "Itu tidak masuk akal dan dilarang oleh Islam." Si penanya pun pergi, ia puas.

Seorang murid yang hadir berkata, "Tetapi jawaban Anda tidak mencakup maksud pertanyaan tadi."

Syeikh berkata padanya, "Penanya tadi berada pada tahap syari'at (agama konvensionalis). Caranya bertanya menunjukkan bahwa ada penentraman hati yang ia inginkan, dan ia mencarinya dariku, seseorang yang ia dengar sebagai sumber yang dapat dipercaya.

Bagaimanapun, terdapat jenis hubungan yang lain dengan orang suci, lebih dari sekadar pemujaan. Mengunjungi makam mereka terdapat kebaikan. Tetapi kebaikan ini hanya berlaku untuk mereka yang dapat menerimanya. Orang tadi bukan salah satu dari mereka, jadi aspek lain dari pertanyaannya tidak ada.

Seseorang yang bulan lalu bertanya tentang pembuktian fakta, bahwa 'obat yang ditulis melalui meditasi di tempat suci, sepenuhnya ditimbulkan oleh aspirasi, bukan orang suci'. Aku setuju dengannya. Ia tidak mempunyai kemampuan untuk pemikiran yang lebih kompleks; jadi, dengan kata lain, ini mungkin sebagai kebenaran pada beberapa peristiwa, keseluruhannya pada peristiwa lain, dan sebagainya.

Sudah menjadi ciri khas mereka yang buta, mereka dapat melihat hanya persoalan tertentu. Orang-orang suci adalah manusia, mengunjungi tempat suci bagi sebagian merupakan ikatan 'pemujaan orang suci', memuja orang suci itu bodoh. Oleh karena itu tidak ada keuntungan dalam pemujaan orang suci.

Satu dalam seribu, barangkali, yang mengunjungi tempat suci mengetahui dalam mata batinnya, mengapa ia di sana dan apa kebaikan alamiah yang ia peroleh. Sudah wajar kalau semua peziarah membayangkan bahwa mereka 'beriman' dan karena itu mereka semua menjalankan sesuatu yang sama. Tentu saja mereka tidak demikian. Pernahkah engkau mencoba menunjukkan orang yang salah jalan, bahwa pandangannya sempit? Secara fisik, ia mungkin mendengarkan. Tetapi untuk kepentingan harga dirinya ia akan menolak apa yang engkau maksudkan, jika tidak apa yang engkau katakan." []

Komentar

Embed Widget
x