Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 19 Desember 2018 | 16:53 WIB

2 Saksi Wanita Gantikan 1 Saksi Lelaki, Bolehkah?

Sabtu, 11 Agustus 2018 | 18:00 WIB

Berita Terkait

2 Saksi Wanita Gantikan 1 Saksi Lelaki, Bolehkah?
(Foto: ilustrasi)

MAZHAB Al-Malikiyah, Asy-Syafiiyah dan Al-Hanabilah sepakat mengatakan bahwa syarat yang ketiga dari seorang saksi harus kedua-duanya berjenis kelamin laki-laki.

Maka kesaksian wanita dalam pernikahan tidak sah. Bahkan meski dengan dua wanita untuk penguat, khusus dalam persaksian pernikahan, kedudukan laki-laki dalam sebuah persaksian tidak bisa digantikan dengan dua wanita.

Abu Ubaid meriwayatkan dari Az-Zuhri berkata,

Telah menjadi sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bahwa tidak diperkenankan persaksian wanita dalam masalah hudud, nikah dan talak.

Namun mazhab Hanafiyah mengatakan bahwa bila jumlah wanita itu dua orang, maka bisa menggantikan posisi seorang laki-laki. Menurut mazhab ini, hal itu seperti yang disebutkan dalam Alquran:

"...Jika tak ada dua orang lelaki, maka seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya..." (QS. Al-Baqarah: 282)

Namun pendapat mazhab ini agak menyendiri dan kurang didukung oleh jumhur ulama. Sehingga kesaksian wanita walau pun dua orang, khususnya dalam masalah akad nikah, tetapi tidak diterima oleh jumhur ulama.

[Ahmad Sarwat, Lc., MA]

Komentar

Embed Widget
x