Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 21:49 WIB

Keluar Api di Tanah Hijaz, Tanda Akhir Zaman

Kamis, 9 Agustus 2018 | 15:00 WIB

Berita Terkait

Keluar Api di Tanah Hijaz, Tanda Akhir Zaman
(Foto: ilustrasi)

API yang keluar di akhir zaman ada 2:

Pertama, api besar yang keluar di daerah Hijaz (tepatnya di Madinah). Api ini sudah keluar di masa silam, tahun 654 H. Kedua, api yang keluar dari Yaman, yang akan menggiring manusia ke Syam

Mengenai keberadaan api besar ini, pernah disabdakan oleh Nabi Shallallahu alaihi wa sallam dalam hadis yang diriwayatkan Bukhari & Muslim. Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi sampai keluar api di tanah Hijaz, yang akan menerangi leher onta daerah Bushra." (HR. Bukhari 7118 & Muslim 2902)

Nabi Shallallahu alaihi wa sallam mengkaitkan keberadaan api ini dengan kiamat, menunjukkan bahwa keberadaan api ini merupakan tanda kiamat. Hijaz adalah wilayah sepanjang pantai barat bagian utara dari wilayah jazirah arab. Termasuk di dalamnya, Mekah dan Madinah. Berbatasan dengan ashir di sebelah setalan dan Nejd di sebelah timur.

Sementara Bushra adalah nama sebuah kota yang cukup tekenal di Syam. Sekarang namanya Hauran. Jaraknya dengan Damaskus sekitar 3 marhalah (72 mil). Menurut keterangan beberapa ulama, peristiwa keluarnya Api besar ini terjadi di tahun 654 H. kita simak keterangan mereka,

[1] Keterangan an-Nawawi (wafat 676 H)

Di zaman kami pernah keluar api di wilayah Madinah, pada tahun 654 H. Api itu sangat besar sekali, berada di sebelah timur kota Madinah, di balik daerah al-Harrah. Berita ini tersebar secara mutawatir ke seluruh penjuru Syam dan semua negeri. Dan ada penduduk Madinah yang menyaksikannya menyampaikan hal ini kepadaku. (Syarh Shahih Muslim, 18/28).

[2] Keterangan Ibnu Katsir menukil keterangan Syihabuddin Abu Syamah Beliau termasuk gurunya para ahli hadis dan para ahli sejarah di zamannya

Pada tahun 654 H di ahri jumat, 5 Jumadil Akhirah muncul api besar di sebagian lembah daerah Madinah an-Nabawiyah. Panjangnya 4 Farsakh dan lebarnya 4 Mil. Membuat bebatuan meleleh, seperti cor besi, lalu menjadi seperti arang hitam. Sinarnya menerangi orang yang berjalan di malam hari ke Taima. Api itu keluar selama satu bulan. Penduduk Madinah sangat terkesan dengan peristiwa ini dan membuat syair untuk mengenang peristiwa ini. (an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, 1/26)

Pada keterangan beliau ada satuan 4 farsakh. Berapakah 1 farsakh? Sekitar 5,7 km. Berarti 4 farsakh sekitar 23 km. Dan Api ini berbeda dengan api yang menggiring manusia ke tempat berkumpul mereka. Api kedua ini muncul dari Yaman, menggiring manusia ke Syam.

Dalam hadis dari Hudzaifah bin Usaid Radhiyallahu anhu, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda, "Dan akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, menggiring manusia ke mahsyar mereka." (HR. Muslim 2225)

Al-Hafidz Ibnu Hajar menjelaskan, "Yang saya pahami, api yang disebutkan dalam hadis (Abu Hurairah) adalah api yang muncul di wilayah Madinah. Sebagaimana ini yang dipahami al-Qurthubi dan yang lainnya. Sementara api yang menggiring manusia, adalah api yang lain." (Fathul Bari, 13/79)

Dengan demikian, api yang dimaksud dalam hadis sebagai tanda kiamat, bukan api kilang minyak. Namun yang lebih tepat seperti yang disampaikan an-Nawawi. Demikian, Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]

Komentar

Embed Widget
x