Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 16 Oktober 2018 | 07:10 WIB

Banyak Jalan Menuju Roma

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Jumat, 10 Agustus 2018 | 00:05 WIB

Berita Terkait

Banyak Jalan Menuju Roma
(Foto: ilustrasi)

JUDUL status ini merupakan ungkapan yang sangat populer jaman saya kecil dulu. Biasanya diungkapkan saat kita berhadapan dengan kendala dalam menggapai keinginan atau kegagalan mejunu tujuan akhir. Kitapun terus bersemangat mencari jalan lain dan terus mencari. Popularitas kalimat itu semakin meninggi saat masuk menjadi materi lagu.

Sejak sekolah SD dulu saya sudah mendengar kalimat ini dari guru dan kakak kelas saya. Namun tak paham makna sesungguhnya karena tidak tahu Roma itu apa dan di mana. Ternyata Roma yang dimaksud dalam kalimat itu adalah satu bangunan legendaris di Roma yang sangat besar dan menjadi icon kota itu dengan jumlah pintu yang menghubungkan dengan medan luar sebanyak 19 pintu (jalan).

Mungkin bangunan itu adalah bangunan besar pertama di zamannya. Sekarang tentu sudah banyak saingannya dengan jumlah pintu lebih banyak. Namun, kalimat itu tak akan dan tak mungkin diganti dengan selain Roma, karena sejarah dunia mengajarkan kita untuk mengingat dan menghargai yang pertama.

Menjadi yang pertama dalam banyak hal adalah lebih dikenang. Namun jangan enggan menjadi yang kedua dan ketiga ketika itu adalah kebaikan. Satu sambungan dengan kebaikan pertama adalah kebersamaan menuju keberlanjutan sukses dan bahagia.

"Banyak jalan menuju Roma," punya makna "jangan tangisi pintu yang tertutup, karena masih banyak pintu yang terbuka." Ini juga bermakna bahwa kita harus berfikir tentang alternatif-alternatif lain dari apa yang akan kita lakukan, tidak hanya satu.

Lebih dari itu, banyak jalan menuju Roma itu adalah fakta. Namun, apakah kita akan sampai ke "Roma" atau tidak bukan hanya ditentukan oleh banyaknya jalan yang menujunya melainkan sangat ditentukan oleh kemauan kita menujunya. Kalau tak ada kemauan, kakipun tak akan hendak melangkah ke mana. Maka lahirlah kalimat populer lainnya: "Di mana ada kemauan, di situ ada jalan." Kemauan ternyata lebih menentukan kesuksesan ketimbang fasilitas. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x