Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 00:38 WIB

Keindahan Akhlak

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Minggu, 5 Agustus 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Keindahan Akhlak
(Foto: Istimewa)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanyalah milik Allah Swt. Beruntunglah orang-orang yang senantiasa mengembalikan setiap pujian hanya kepada Allah, karena demikianlah yang seharusnya. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan. Maka, perindahlah diri kita demi mendapatkan penilaian Allah. Jangan memperindah diri demi penilaian makhluk, karena sesungguhnya makhluk tidak memiliki apa-apa dan penilaiannya pun tidak sempurna.

Bolehkah kita berpenampilan indah? Sepanjang yang kita pakai bukanlah sesuatu yang haram, tidak bermaksud pamer mencari kekaguman manusia, tidak bermaksud sombong, melainkan semata-mata hanya untuk menghormati orang lain yang sedang kita temui, maka boleh saja.

Namun, yang paling penting dari segala keindahan diri kita ini adalah indahnya akhlak. Akhlak yang indah lahir dari hati yang bersih. Dan, akhlak yang indah, inilah timbangan kebaikan yang paling berat di akhirat kelak. Oleh karena itulah tujuan diutusnya Rasulullah Saw ke dunia adalah untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia." (HR Bukhori, Baihaqi, Hakim)

Pakaian sederhana namun akhlaknya indah, maka semua akan terlihat megah. Namun, jika pakaian mewah sedangkan akhlaknya buruk, maka semua akan terlihat buruk. Keindahan akhlak itu lahir dari kebersihan hati, sehingga akan sampai pula kepada hati.

Indah itu datang dari bersih. Akhlak kita akan indah jikalau hati kita bersih. Indah juga datang dari adil, adil itu proporsional, meletakkan sesuatu sesuai dengan tempatnya. Jika kita membeli sepasang sepatu dengan harga ratusan ribu rupiah dan membeli peci yang harganya sepuluh ribu rupiah. Jika sepatu kita pakai di kepala dan peci di kaki, maka hasilnya tentu bukanlah keindahan. Keindahan akan terjadi jika keduanya ditempatkan sesuai dengan tempat yang semestinya.

Dan, indah juga datang dari keterawatan. Sesuatu yang indah namun tidak dirawat, maka akan pudar dan hilang keindahannya. Taman yang indah adalah taman yang terawat, rumah yang indah adalah rumah yang terawat. Rumah yang megah, bahan-bahannya mahal, kalau tidak dirawat maka hilanglah keindahannya. Sedangkan rumah yang sederhana, terbuat dari kayu, tidak besar, namun dirawat dengan baik maka akan nampak indah.

Demikianlah diri kita. Akhlak kita akan indah kalau kita merawatnya dengan memupuk iman dan ibadah serta menghiasnya dengan ilmu. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang memiliki akhlak yang indah sebagaimana akhlak yang dicontohkan Rasulullah Saw.Aamiin yaa Robbal aalamiin.[smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x