Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 22:48 WIB

Pantang Asal Bicara

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Jumat, 3 Agustus 2018 | 01:11 WIB
Pantang Asal Bicara
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah dan hanya kembali kepada-Nya. Tak ada yang luput dari pengetahuan Allah segala yang terjadi di ketinggian angkasa hingga di kedalaman samudra. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, "Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir." (QS. Qoof [50] : 18)

Saudaraku, ucapan kita ini seperti anak panah, begitu lepas dari busurnya, ia akan melesat cepat tanpa bisa ditarik kembali, kemudian menemui sasaran lalu tertancap dengan kuat. Jika pun anak panah itu dilepas kembali, ia akan meninggalkan bekas. Jika bekas itu ditutupi hingga rapi, bekas itu tidak akan hilang.

Dalam salah satu hadits, Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya ada seseorang di antara kalian yang mengucapkan suatu perkataan yang diridhoi Allah, padahal dia sendiri menganggapnya tidak begitu penting, tapi karena ucapannya itu Allah memberi keridhoan baginya sampai hari di mana ia menghadap Allah pada hari kiamat. Dan, ada seseorang di antara kalian yang mengucapkan suatu perkataan yang dibenci oleh Allah, padahal dia sendiri menganggapnya tidak begitu penting, tetapi karena perkataannya itu, Allah mencatat kemurkaan baginya sampai hari di mana ia menghadap Allah pada hari kiamat." (HR. Tirmidzi)

Hadits ini mengingatkan kita untuk selalu sadar atas apa yang kita ucapkan, karena setiap kata-kata yang terlontar dari lisan kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt. Jangan sampai kita menganggap remeh celetukan-celetukan yang kerap kita lontarkan, karena bisa jadi celetukan-celetukan yang kita anggap remeh tersebut itulah yang mengundang murka Allah.

Maka dari itu, senantiasalah berpikir dahulu sebelum berucap. Dan, senantiasa pikirkanlah apa yang sedang kita ucapkan. Pastikan bahwa yang kita ucapkan mengandung kebaikan dan kebenaran, sekalipun bentuknya adalah candaan. Jika yang kita ucapkan ternyata kata-kata kotor, mengandung dusta, ghibah atau fitnah, segeralah memohon ampun kepada Allah Swt. Karena Allah pasti sedang mendengar apa yang kita ucapkan. Tiada sekecil apapun urusan yang luput dari pengetahuan-Nya.

Jika ada yang mengatakan "diam adalah emas" maka itu sungguh benar jika dibandingkan berbicara yang isinya keburukan dan kesia-siaan. Akan tetapi, jika berbicara isinya kebenaran, maka bisa dikatakan inilah intan permata. Karena selain bisa mengundang ridho Allah Swt., juga bisa menularkan kebenaran tersebut kepada orang-orang yang mendengarkannya.

Saudaraku, lisan yang terpelihara adalah ciri dari keimanan. Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah yang beriman kepada-Nya, yang memelihara lisan ini demi mendapatkan keridhoan-Nya. Aamiin yaa Robbal aalamiin.[smstauhiid]

Komentar

Embed Widget

x