Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 18 Desember 2018 | 00:40 WIB

As Sami

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Rabu, 1 Agustus 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

As Sami
(Foto: ilustrasi)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Beruntunglah orang yang dalam keadaan apapun, berdiri, duduk, berbaring, senantiasa menghadirkan Allah di dalam hatinya sehingga lisan dan perbuatannya senantiasa terpelihara. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, "..tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah yang Maha Mendengar dan Melihat." (QS. Asy Syuro [42] : 11)

Salah satu dari asma Allah adalah As Sami, Allah Yang Maha Mendengar. Sesungguhnya Allah tidak hanya Maha Mendengar setiap kata-kata yang kita ucapkan, namun juga Maha Mendengar niat yang ada di balik setiap ucapan kita.

Rasulullah Saw mengingatkan kita, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." (HR. Bukhori dan Muslim)

Kemampuan kita menjaga lisan adalah salah satu jalan yang akan mengantarkan kita pada keselamatan. Banyak hal buruk terjadi di dunia ini hanya disebabkan ketidakmampuan mengendalikan lisan.

Sebenarnya, semakin banyak kita bicara, akan semakin besar pula kemungkinan kita untuk tergelincir dengan kata-kata. Dan makin banyak tergelincir kata-kata, makin banyak pula dosa. Makin banyak dosa, akan makin sengsara. Semoga kita tidak termasuk yang demikian. Oleh karena itu penting bagi kita untuk memahami dan meyakini As Sami, Allah Yang Maha Mendengar.

Keyakinan bahwa Allah Maha Mendengar akan membuat kita memelihara lisan kita dari perkataan yang buruk dan sia-sia. Inilah yang akan membuat kita punya rem yang kuat dalam menjaga lisan kita. Ketika kita keasyikan membicarakan keburukan orang lain atau sedang asyik berbicara hal-hal yang kotor, maka kita bisa menahan diri dengan kuat agar tidak melanjutkannya dan menyusulnya dengan beristighfar.

Kita bisa melihat bagaimana KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggunakan alat canggih untuk menyadap percakapan para koruptor sehingga dokumentasi percakapan mereka menjadi bukti yang tak terbantahkan di hadapan hakim. Nah, alat-alat semacam ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan pengetahuan Allah Yang Maha Mendengar. Allah mendengar segalanya, bahkan suara yang paling halus sekalipun, hingga bisikan hati manusia, Allah mendengarnya.

Oleh karena itu, orang yang beriman kepada Allah, akan benar-benar mengendalikan lisannya. Karena ia sadar bahwa setiap yang ia ucapkan didengar oleh Allah dan akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan-Nya. Sehingga ia benar-benar menjauhkan lisannya dari ucapan yang buruk dan sia-sia. Ia berjuang sekuat tenaga untuk berbicara hanya hal-hal yang mengandung kebenaran dan kebaikan, karena ini yang akan membuatnya selamat di dunia dan akhirat.

Semoga kita termasuk hamba-hamba Allah Swt yang terampil mengendalikan lisan dan meyakini dengan sungguh-sungguh Allah Maha Mendengar. Aamiin yaa Robbal aalamiin.[smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x