Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:42 WIB

Wahai Pemuda! Kalian Pengibar Panji Risalah

Minggu, 29 Juli 2018 | 08:00 WIB

Berita Terkait

Wahai Pemuda! Kalian Pengibar Panji Risalah
(Foto: ilustrasi)

SUATU ketika dalam ceramahnya, Syaikh Al Qaradhawi pernah berkata bahwa masa remaja adalah masa transisi di antara dua periode kelemahan, yaitu antara masa kanak-kanak dan masa tua. Namun sejarah mengisahkan meskipun demikian pemuda selalu menjadi pembawa dakwah dan pengibar panji risalah.

Mari kita ingat kembali kisah tentang pemuda Ashabul Kahfi. "Kami ceritakan kisah mereka kepadamu (Muhammad) dengan sebenarnya. Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk." (QS Al Kahfi: 13) Mereka adalah para pemuda yang berusaha menghindari fitnah dan memilih gua sebagai tempat untuk bersembunyi dan berdoa kepada Allah Swt agar dimudahkan urusan-urusan mereka.

Pada masa-masa kenabian, banyak pula kisah tentang para pemuda. Seperti pengikut Nabi Musa yang kebanyakan adalah mereka yang sedang dalam usia tumbuh dan berkembang. Allah Swt pun mengabadikannya dalam AlQuran. "Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan pemuda-pemuda dari kaumnya (Musa) dalam keadaan taku bahwa Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya akan menyiksa mereka." (QS Yunus: 83)

Pun dengan Nabi Ibrahim ketika dia bermaksud menghancurkan berhala dengan kampaknya. Saat itu usianya masih terbilang muda. Peristiwa ini tertuang dalam ayat berikut, "Mereka berkata, Kami dengar ada seorang pemuda yang mencela berhala-hala ini yang bernama Ibrahim." (QS Al Anbiya, 60)

Demikian pula dengan kisah Ismail putra Ibrahim yang kala itu diminta menyerahkan lehernya kepada Allah Swt. Saat itu Ismal berada pada usia belia dan sang ayah menyatakan hendak menyembelihnya dalam rangka menaati perintah Allah. "Ibrahim berkata, Wahai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka, pikirkanlah apa pendapatmu. Ia menjawab, Wahai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insyaAllah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." (QS Ash Shaffat: 102)

Kisah pemuda pada masa kenabian juga dialami oleh Nabi Yusuf. Yaitu ketika ia menghadapi berbagai cobaan. Sebagai pemuda ia pernah dihadapkan pada cobaan fitnah syahwat dari seorang wanita yang dikenalnya. "Wanita itu berkata, Itulah dia orang yang kamu cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sesungguhnya aku telah menggoda dia untuk menundukkan dirinya (kepadaku) akan tetapi dia menolak. Dan sesungguhnya jika dia tidak menaati apa yang aku perintahkan keadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina." (QS Yusuf: 32)

Namun, Nabi Yusuf sebagai orang yang beriman, berseru bahwa ia lebih memilih penjara daripada memenuhi ajakan zina sang wanita. "Yusuf berkata, Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan daripadaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh." (QS Yusuf: 33)

Para sahabat Rasulullah Saw juga kebanyakan dari kalangan pemuda, bahkan di antaranya ada yang usianya belum genap 10 tahun, yaitu Ali bin Abi Thalib. Mereka adalah para pemuda yang mendukung Rasulullah Saw seluruh jiwa dan raga, serta turut menyebarkan ajaran Islam. Mereka adalah orang-orang yang dengan gelora mudanya setia mendampingi dakwah Rasulullah Saw. "Sesungguhnya kamu mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama dan sesungguhnya kami adalah pengikut jejak-jejak mereka." (QS Az Zukhruf: 23)

Bagaimana dengan masa muda kita? Semoga kita senantiasa berada dalam golongan yang mampu meneladani para pemuda pembawa dakwah Rabbani seperti yang ada pada kisah orang-orang terdahulu. Allahualam bi shawwab. []

Komentar

Embed Widget
x