Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 22:17 WIB

Lisan Gambaran Hati

Selasa, 24 Juli 2018 | 15:00 WIB

Berita Terkait

Lisan Gambaran Hati
(Foto: Ilustrasi)

MENJAGA lisan bisa dilakukan dengan menahan ucapan dari yang tidak manfaat, dan memperhitungkan apakah ucapannya nanti akan membawa kepada keberuntungan di dunia maupun di akhirat, jika tidak membawa keberuntungan maka hendaknya dikekang dan ditahan.

Bahkan lisan merupakan gambaran apa yang ada di dalam hati, sebagaimana berkata Yahya ibnu Muadz:

"Hati merupakan bejana yang akan menumpahkan isi yang ada di dalamnya, sedangkan lisan adalah lubang jalan keluarnya, maka lihatlah seseorang tatkala bicara, lisannya akan menumpahkan isi hatinya, bisa jadi manis, pahit, jernih lagi dingin, dan seterusnya, dan senantiasa menuangkan isi hatinya dengan gerakan lisannya". (HR Abu Nuaim)

Berkata Anas, "Tidaklah lurus iman seorang hamba hingga lurus hatinya, dan tak akan lurus hati seorang hamba hingga lurus lisannya ". (HR Ahmad)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang perbuatan yang paling banyak mengantarkan kedalam neraka maka menjawab, " Lisan dan farji ". (HR Tirmidzi)

Muadz pernah bertanya kepada Rasul tentang amalan yang memasukkan ke dalam surga dan menjauhkan dari neraka maka beliau bersabda, " Jaga darimu lisan ini ". Kemudian Muadz bertanya kembali, "Apakah kita akan bertanggung jawab dari lisan ini? Maka Rasulullah bersabda , "Ya, kelak manusia akan ditelungkupkan di dalam neraka lantaran hasil dari buah bibir nya." (HR Tirmidzi)

Merupakan hal yang aneh, manusia mampu menjaga diri dari memakan haram, mencuri, minum khamar, berzina, dan sulit baginya menjaga lisan, bahkan seseorang terpandang dalam agama, zuhud, rajin ibadah ia merasa sulit untuk mengekang lisan, hinga terucap satu kalimat yang tanpa sadar menyeret kejurang neraka lebih jauh antara timur dan barat.

Sebagai contoh apa yang diriwayatkam imam Muslim dalam sahihnya, dari hadist Jundub ibnu Abdillah, berkata Rasulullah, berkata seseorang, Demi Allah si fulan tidaklah dimaafkan Allah. Maka Allah berkata, "Siapa yang berani berbuat lancang kepada-Ku bahwa Aku tidak mengampuni si fulan? Sungguh Aku telah ampuni fulan dan Aku gugurkan amalnya (orang yang lancang)."

Lihatlah, orang ini ahli ibadah sepanjang masa, akan tetapi dengan satu kalimat seluruh amalnya sirna dalam sekejap.

Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba berbicara satu kalimat yang diridai Allah, tanpa ia sadari Allah angkat baginya beberapa derajat, dan seorang hamba berkata satu ucapan, tanpa ia sadari membawa murka Allah, hingga ia dilemparkan ke jurang neraka ". (HR Bukhari Muslim)

[Ust. Rochmad supriyadi LC]

Komentar

Embed Widget
x