Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 16 Agustus 2018 | 22:41 WIB

Ash Shomad

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Rabu, 25 Juli 2018 | 01:11 WIB
Ash Shomad
(Foto: Istimewa)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam. Semoga Allah menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang putus harapan dari apapun dan siapapun, selain berharap hanya kepada Allah. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Salah satu asma Allah Swt adalah Ash Shomad, Allah Yang Maha Tempat Bergantung Kepada-Nya segala sesuatu.

Allah Swt berfirman, "Katakanlah: "Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia." (QS. Al Ikhlas [112] : 1-4)

Ibn Jarir dalam tafsirnya menerangkan bahwa Ash Shomad berarti tuan yang sempurna dalam kedudukannya, yang mulia dan sempurna dalam kemuliaannya, yang agung dan sempurna dalam keagungannya, yang lembut dan sempurna kelembutannya, yang kaya dan sempurna kekayaannya, yang perkasa dan sempurna dalam keperkasaannya, yang berilmu dan sempurna dalam keilmuannya, hakim dan sempurna dalam hikmahnya, Dialah Allah, Yang Maha Sempurna dalam segala bentuk kemuliaan. Sifat-sifat ini tidak layak kecuali hanya bagi Allah Swt.

Pelajaran bagi kita dari asma Allah ini adalah bahwa tidak ada lagi yang bisa menjadi pegangan, sandaran, tempat kita menggantungkan hidup, kecuali hanya Allah Swt. Bergabung jin dan manusia untuk memberikan satu butir nasi kepada kita, namun Allah tidak menghendaki itu terjadi, maka pasti tidak akan pernah terjadi. Demikian juga, bergabung jin dan manusia untuk mengganggu kita, namun Allah tidak mengizinkan itu terjadi, maka setitik goresanpun tidak akan menimpa kita.

Lantas, apakah boleh kita meminta tolong kepada orang lain? Meminta tolong kepada orang lain hanya sebatas ucapan, maka itu boleh. Tapi, hati tetap bergantung kepada Allah Swt. Karena, walaupun orang itu ingin menolong namun Allah tidak mengizinkan, maka itu tidak akan terjadi.

Sesungguhnya makhluk hanyalah jalan rezeki dari Allah Swt. Hanya Allah yang mengatur lalu lintas rezeki. Deraskanlah doa kepada Allah supaya kita terhindar dari sikap meminta-minta. Deraskanlah doa supaya Allah memberi kita kekuatan untuk sanggup berikhtiar menjemput karunia-Nya.

Bermuamalah dengan manusia dalam kadar yang sewajarnya, tidak boleh kita memelas-melas kepada manusia karena kehormatan kita akan hancur jika berbuat demikian. Kita hanya boleh menjadi hamba Allah Swt, bukan hamba atasan, bukan hamba dunia. Tidak ada yang menjami kita kecuali Allah Swt.

Allah Swt berfirman, "Semua yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepadanya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan. Maka nikmat Robb-mu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar Rohmaan [55] : 29-30)

Semoga kita semakin mengenal dan dekat dengan Allah. Hanya kepada Allah kita menyembah dan hanya kepada-Nya tempat bergantung segala makhluk. WAllahualam bishowab. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget

x