Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:40 WIB

Betapa Dahsyatnya Nama Muhammad

Jumat, 20 Juli 2018 | 06:00 WIB

Berita Terkait

Betapa Dahsyatnya Nama Muhammad
(Foto: Ilustrasi)

"AKU ingin agar dia dipuji, di langit dan di bumi." Begitu Abdul Muthalib berkata sembari menimang sang bayi yang berwajah cahaya. Senyumnya bangga, rautnya gembira, air mukanya renjana.

Dengan teguh dijawabnya para tetua Quraisy yang tadi menggugat, "Mengapa kauberi nama dia Muhammad; nama yang tak pernah digunakan oleh para leluhur kita yang hebat?" Dan Muhammad senantiasa terpuji, hingga para pembencinya tak mampu mencaci.

Ibn Ishaq meriwayatkan dalam Sirah-nya; bahwa setelah turun Surah Al Lahab yang menyebut Ummu Jamil sebagai wanita pembawa kayu bakar, yang di lehernya ada tali dari sabut, perempuan itupun mencari-cari Kanjeng Nabi.

Di salah satu sudut Masjidil Haram, diapun berjumpa Abu Bakr Ash Shiddiq. Maka segera dia menghardik, "Di mana sahabatmu itu hai putra Abu Quhafah? Dia pikir hanya dia yang sanggup bersyair hah? Sungguh akupun pandai menyusun sajak tuk membuatnya susah!"

Lalu diapun mulai mendaras gubahannya. Mudzammam si tercela kami abaikan Agamanya kami benci bersangatan Perintahnya kami tentang sekalian.

Bakdanya, wanita keji yang hobi menabur duri di laluan Baginda Nabi ini bersungut pergi. Maka Ash Shiddiq menoleh dengan wajah pias terkesima pada sosok yang ada di sebelahnya. "Apakah dia tak melihat engkau Ya Rasulullah? Dia datang dan menanyakanmu, lalu mencaci maki seakan kau tak di sini; padahal di sisiku Paduka berdiri?"

Senyum tersungging di bibir mulia, lalu lisan Al Mushthafa memekarkan sabda, "Allah mentabiri pandangannya dari diriku duhai Aba Bakr." Abu Bakr mengangguk, iman di dadanya kian berduduk, jiwa dan raganya sempurna tunduk.

"Tidakkah kau perhatikan bagaimana Allah menjaga diri & namaku hai Aba Bakr?", ujar Sang Nabi dengan renyah, "Mereka menghina dan menista Mudzammam, padahal aku adalah Muhammad." Betapa dahsyat nama Muhammad. Hingga yang hendak menjelekkannya pun tak bisa tidak harus memuji jika menyebut asmanya.

Atau jika membalik namanya dari Muhammad si terpuji pada Mudzammam si tercela, menjadi salah-sasaranlah cercaannya. "Dan telah Kami tinggikan sebutan namamu", termaktub kalamNya pada Muhammad, selain karena bersanding dalam syahadat; ia nama yang tak dapat dicacat.

[Salim A. Fillah]

Komentar

Embed Widget
x