Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 18 Oktober 2018 | 11:55 WIB

Lima Hikmah Setelah 30 Hari Berpuasa

Rabu, 18 Juli 2018 | 09:00 WIB

Berita Terkait

Lima Hikmah Setelah 30 Hari Berpuasa
(Foto: Ilustrasi)

DIRIWAYATKAN dari Ibn Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Islam dibangun diatas lima hal: persaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, memberikan zakat, puasa Ramadan, dan haji ke Baitullah."(HR. Muttafaq Alaih)

Para ulama juga telah bersepakat mengenai kewajiban puasa Ramadan. Karena itulah puasa memiliki banyak keutamaan, keistimewaan, dan faedah yang sangat besar bagi orang yang menunaikannya. Ada banyak hadis Nabi saw yang berbicara tentang keutamaan puasa.

Dalam hadis-hadis Nabi saw mengenai keutamaan puasa, kita dapat mengetahui puasa juga mengandung banyak hikmah, di antaranya:

1. Puasa merupakan media untuk mensyukuri nikmat karena dengan berpuasa kita menahan nafsu untuk makan, minum, dan berhubungan badan, yang semuanya merupakan nikmat yang paling besar dan paling diinginkan manusia. Nikmat-nikmat itu sering kali kita abaikan dan lupakan. Kita sering lupa bahwa Allah telah menganugrahkan nikmat yang begitu besar. Dan kita baru mengingatnya ketika kita kehilangan atau tak lagi merasakan nikmat-nikmat itu.

Puasa mendorong kita untuk bersyukur atas semua nikmat tersebut karena mensyukuri nikmat merupakan kewajiban, baik menurut akal maupun syariat. Allah swt berfirman menyebutkan hikmah puasa dalam rangkaan ayat-ayat tentang puasa, "Agar kalian bersyukur." (QS.Al-Baqarah: 185 )

2. Puasa merupakan perantara atau jalan yang akan mengantarkan kita menuju derajat takwa. Jika nafsu dapat dikendalikan sehingga kita dapat menahan diri dari sesuatu yang halal karena mengharap rida Allah dan takut akan siksa-Nya yang pedih, niscaya nafsu akan terbiasa dan terlatih untuk menahan diri dari segala yang haram.

Kewajiban berpuasa juga, niscaya membuat kita menahan diri dari segala sesuatu yang diharamkan Allah. Dalam akhir ayat tentang kewajiban puasa, Allah berfirman, "Agar kalian bertakwa." (QS.Al-Baqarah: 183)

3. Puasa meniscayakan pemutusan kebiasaan dan pengendalian syahwat. Ketika nafsu terpuaskan dan segala hasrat terpenuhi, pasti syahwat akan terbangkitkan untuk merasakan segala sesuatu yang lebih nikmat dan memuaskan dahaganya.

Sebaliknya, jika nafsu kelaparan, niscaya ia akan menahan diri dari segala keinginan syahwat. Karena itulah Nabi saw bersabda, "Wahai pemuda, siapa saja di antara kalian yang mempu menikah maka menikahlah, karena pernikahan akan menahan pandangan dan melindungi kemaluan. Dan siapa saja yang tidak bisa maka berpuasalah karena puasa merupakan benteng." (HR.Bukhari)

4. Puasa akan melahirkan rasa cinta, kasih sayang dan kelembutan orang miskin. Ketika seseorang berpuasa dan mengalami kelaparan selama waktu tertentu, ia kan ingat kelaparan yang setiap saat dirasakan oleh orang miskin.

Dengan begitu, ia akan bersimpati, menyayangi, mengasihi, dan berbuat baik kepada mereka. Jika kebaikannya itu dilakukan dengan ikhlas dan hanya mengharapkan rida Allah, niscaya Allah akan memberinya balasan kebaikan yang berlipat ganda di dunia maupun akhirat.

5. Puasa memiliki kekuatan untuk mengusir setan karena media untuk menyesatkan dan mencelakakan manusia adalah syahwatnya. Syahwat menjadi semakin kuat karena makanan dan minuman. Diriwayatkan dari Shafiyyah ra, bahwa Nabi saw bersabda, "Sesungguhnnya setan berjalan dalam tubuh anak Adam mengikuti aliran darah. Maka, sempitkanlah jalan-jalan setan dengan rasa lapar." (HR. Bukhari) [Chairunnisa Dhiee]

Komentar

Embed Widget
x