Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Juli 2018 | 19:03 WIB
 

Pencuri yang Baik

Oleh : - | Sabtu, 14 Juli 2018 | 11:00 WIB
Pencuri yang Baik
(Foto: Ilustrasi)

MUNGKIN kita bertanya-tanya apakah ada seorang pencuri yang bertakwa? Apalagi di zaman sekarang dimana banyak orang yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang. Tidak jarang orang mengesampingkan nilai-nilai agama sehingga mereka berbuat kotor seperti mencuri atau korupsi.

Namun demikian, ada sebuah kisah penuh hikmah tentang seorang pencuri yang bertakwa. Ia hidup di kota Basrad. Pernah pada suatu masa ia gemar menyelinap ke dalam rumah orang-orang kaya di sana untuk mengambil sejumlah harta mereka. Aksinya pun membuat khawatir dan cemas orang-orang kaya tersebut.

Suatu malam pencuri tersebut menyelinap di salah satu rumah orang kaya. Ia pun bergerak dengan rapi saat mencari tempat di mana harta sang pemilik rumah disimpan. Si pencuri memang tidak pernah membuat berantakan rumah yang dicurinya. Ia selalu merapikan kembali barang-barang yang sudah dibongkarnya.

Setelah menemukan sebuah lemari yang menyimpan harta sang pemilik rumah, si pencuri mengeluarkan semuanya tanpa sisa. Namun ia tidak memasukkan harta tersebut ke dalam tasnya, tetapi justru menghitungnya dengan cermat.

Kemudian adzan Subuh berkumandang. Bukannya menyelesaikan urusannya, si pencuri justru beranjak dan melakukan salat. Tuan rumah pun terbangun dan terkejut melihat pemandangan di depan matanya. Isi lemari yang terbongkar serta seseorang tengah salat di dekatnya. Pencuri tersebut abai ketika tuan rumah menegurnya. Sampai kemudian setelah selesai salat ia bertanya, "Apakah Tuan selalu melalaikan salat?"

"Itu bukan urusanmu." Sang pemilik rumah menjawab ketus.

"Apakah tuan berzakat?" lanjut si pencuri.

"Untuk apa aku melakukannya? Aku mengumpulkan hartaku dengan jerih payahku sendiri. Jadi untuk apa aku menghamburkannya dengan berzakat?"

Si pencuri kembali menanggapi. "Tadi anda bertanya siapa saya, sekarang saya akan menjawabnya. Saya adalah seorang pencuri. Tapi yang saya curi hanya 2,5% dari harta yang anda miliki. Karena itu adalah hak orang lain yang akan saya salurkan sebagai zakat. Tapi saya kesiangan hingga harus melakukan salat Subuh di rumahmu."

Tuan rumah terheran

"Bagaimana jika aku meneriakimu pencuri?"

"Saya akan membiarkan Allah menjaga saya. Saya mencuri untuk tujuan baik."

"Apakah maksudmu ada sebuah pencurian yang bertujuan baik? Lalu, menganggap itu semua adalah bagian dari ketakwaannya?"

"Semoga saja ada. Saya membagikan harta tersebut kepada orang-orang miskin. Saya tidak menggunakannya sedikitpun. Tuan, aku ingin bertanya, apakah tuan tahu bahwa tetangga di samping rumah mewah milikmu ini tengah kelaparan?"

Sang tuan rumah sempat terperanjat, lalu kemudian menangis karena menyesal dan juga terharu. "Kau memang pencuri yang baik. Mulai saat ini aku akan berzakat dan bersedekah. Aku juga akan mengajak kawan-kawanku." Orang kaya tersebut menyerahkan seluruh hartanya agar bisa dibagikan ke orang-orang yang membutuhkan.

Sejak itu, tidak ada lagi pencurian di kota Basrad. Para orang kaya di sana pun akhirnya rajin untuk melakukan zakat dan sedekah.

"Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada dan ikutilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik, niscaya perbuatan baik itu akan menghapuskan (dosa) perbuatan buruk tersebut. Bergaulah dengan manusia berakhlak luhur." (HR Tirmidzi) [An Nisaa Gettar]

Komentar

Embed Widget

x