Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 06:34 WIB
 

Jalan Sukses yang Berbatu

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Minggu, 15 Juli 2018 | 00:05 WIB
Jalan Sukses yang Berbatu
(Foto: Ilustrasi)

BARU saja selesai pengajian akbar di rumah seorang petarung tangguh dalam kehidupan. Bukan pertarungan fisik yang saya maksud, namun pertarungan mental menghadapi berbagai bentuk ujian hidup.

Nama tuan rumah yang mengundang saya adalah Mat Ersyad, lebih dikenal dengan nama Mat Batu. Sudah tahu kan dari mana asal orang ini? "Mat" adalah singkatan paten Madura untuk Muhammad. Inilah budaya Islam Madura. Tolong jangan dianggap sesat dan tidak islami.

Orang ini menderita sejak masih dalam kandungan, lebih dahsyat dari yang menderita sejak kecil. Bapak Ibunya kekurangan gizi, alam sekitarpun tak mendukung gaya hidup sehat 4 sehat 5 sempurna 6 kenyang. Hebatnya, kepercayaanya kepada Allah tetap tak pudar.

Lelaki ini sempat mengadu nasib ke kota sebagai tukang becak sekitar 20 tahun yang lalu. Dia tukang becak yang relijius, waktu shalat pasti ke mesjid. Malampun kadang banyak dihabiskan di masjid. Di sanalah dia mengikuti pengajian saya lalu bernadzar: "Kalau aku mampu naik haji aku akan undang penceramah ini." Becak rupanya tak mengantarkannya menjadi sukses.

Dia pulang ke rumahnya di gunung dan mulailah dengan pikiran sederhana: "Aku dilahirkan di gunung karena Allah punya mau. Jangan-jangan rizki saya ada di gunung ini. Sejak itu dia menggeluti dunia perbatuan. Singkat cerita dia sukses dalam dunia batu dengan jalan cerita yang berbatu. Kini dia adalah bos baru dan kontraktor tradisional yang terkenal. Batu akik di jemarinya sepertinya memberi kesan: "Batu itu keras, tapi indah dan bisa bernilai."

Pelajaran yang saya ambil dari kisah Mat Batu ini adalah: "Hidup memang keras, jangan jalani dengan keras kepala. Sukses tak selalu berangkat dari sesuatu yang muluk-muluk, lakukan dengan telaten apa yang ada. Jangan lupakan Allah, itu kuncinya."

Saat ini saya pulang dari rumahnya. Dibawakan oleh-oleh berkat yang berat sekali. Jangan-jangan itu batu. Hahaaa. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget

x