Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 19 November 2018 | 18:41 WIB

3 Pertimbangan Jika Calon Suami Kerja di Bank (1)

Jumat, 13 Juli 2018 | 11:00 WIB

Berita Terkait

3 Pertimbangan Jika Calon Suami Kerja di Bank (1)
(Foto: Ilustrasi)

HIDUP serba kecukupan adalah dambaan setiap wanita. Dengan segala fasilitas yang lengkap, memudahkan dirinya untuk melakukan berbagai aktivitasnya. Terlebih sang suami adalah sosok yang bertanggung jawab, baik hati, tidak tempramental, dan royal kepada keluarga. Bak seorang permaisuri di istana keluarga yang mendampingi sang raja.

Namun perlu diingat, semua itu hanya standar dunia. Standar yang hanya kembali pada kebahagiaan lahiriyah, yang tentu saja itu bukan segala-galanya. Karena kita tetap harus mempertimbangkan standar yang utama, yaitu standar syariah.

Sejatinya, semua informasi yang Anda sampaikan, sudah menunjukkan tipe lelaki ideal, selain satu batu besar yang mengganjal, dan menurunkan derajatnya, dia seorang pegawai bank. Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan untuk menerima calon suami dengan status pegawai bank.

Pertama, pegawai bank adalah pemakan riba

Bisa dikatakan 99% pengahasilan bank adalah riba. Dengan toleransi 1% sebagai asumsi penghasilan dari biaya administrasi nasabah. Sehingga Anda bisa memastikan, gaji yang diterima pegawai bank, sejatinya adalah uang riba. Dengan demikian, seorang pagwai bank bisa dipastikan semua harta yang dia miliki adalah harta riba. Dia makan minum dari riba, dia kenyang dengan riba, tidur nyenyak karena riba, dia berpakaian dengan riba, dan dia hidup dengan bergumul riba. Dan tidak lupa ada toleransi 1% yang bukan riba.

Bisa Anda bayangkan, akumulasi dosa riba yang dia kantongi. Tidakkah dia sadar, Allah menantang perang dengan pemakan riba, sebagaimana firman-Nya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba, jika kalian beriman. Jika kalian tidak melaksanakannya maka umumkanlah untuk berperang dengan Allah dan Rasul-Nya." (QS. Al-Baqarah: 278 279)

Tidakkah dia sadar bahwa dosa riba lebih kejam dibanding zina? Dari Ibn Handzalah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Satu dirham riba itu lebih berat dari pada 36 wanita pelacur." (HR. Ahmad dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth)

Tidakkah dia sadar, pintu riba yang paling ringan sama dengan memperkosa ibunya? Dari Abdullah, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda: "Riba ada 73 pintu, yang paling ringan seperti orang yang berzina dengan ibunya." (HR. Hakim dan disahihkan ad-Dzahabi dan Syuaib al-Arnauth)

Bukankah mereka termasuk manusia yang dilaknat? Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma, beliau mengatakan: "Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam melaknat pemakan riba, pemberi makan riba, yang mencatat, dan dua saksi" (HR. Muslim).

Lantas apa yang bisa dibanggakan dengan lelaki model seperti ini?

[baca lanjutan: 3 Pertimbangan Jika Calon Suami Kerja di Bank (2)]

Komentar

Embed Widget
x