Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 06:56 WIB

Berutang dengan Tekad Melunasi akan Allah Bantu

Rabu, 11 Juli 2018 | 16:00 WIB

Berita Terkait

Berutang dengan Tekad Melunasi akan Allah Bantu
(Foto: Ilustrasi)

APA hukumnya utang bank dengan niat tidak dikembalikan? Apakah uangnya boleh dimanfaatkan? Dalam aktivitas manusia, niat sangat menentukan hasil. Allah melihat hati manusia. Dia memberikan kemudahan bagi siapa saja yang berusaha jujur dalam niat. Termasuk ketika berutang.

Ketika orang yang berutang mempunyai tekad dan niat yang kuat untuk melunasi utangnya, niscaya Allah akan membantunya untuk melunasi utangnya. Sebaliknya ketika ada orang berutang dan berniat untuk tidak mengembalikannya, Allah akan membinasakan hartanya, tidak memberikan keberkahan pada hartanya dan tidak membantunya untuk melunasi utangnya.

Janji dan ancaman ini, ditegaskan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam agar umatnya tidak meremehkan masalah hak orang lain. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

"Siapa saja yang meminjam harta orang lain dengan niat mengembalikannya, niscaya Allah akan melunasi utangnya. Siapa yang meminjam harta orang lain untuk dia habiskan maka Allah akan memusnahkannya." (HR. Bukhari 18 & Ibn Majah 2504)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, "Tidaklah ada orang yang berutang, dan Allah mengetahui bahwa ia berniat melunasi utangnya, melainkan Allah akan melunasinya di dunia." (HR. Ibnu Majah 2500 dan disahihkan al-Albani)

Yang menjadi kunci di sana adalah niat dan semangat. Sehingga, jika dia mampu melunasi, pasti akan segera dilunasi. Jika tidak mampu sampai mati, Allah yang akan menjaminnya.

As-Syaukani menjelaskan hadis di atas, "Ini terikat pada siapa saja yang memiliki harta yang dapat melunasi hutangnya. Ada pun orang yang tidak memiliki harta dan dia bertekad melunaskannya, maka telah ada beberapa hadits yang menunjukkan bahwa Allah Taala akan melunasi untuknya." (Nailul Authar, 4/30)

[baca lanjutan: Niat Tak Kembalikan Utang, Dihukumi Pencuri]

Komentar

Embed Widget
x