Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 12:50 WIB

Bentuk Melangkahi Orang yang Dilarang Hadis

Rabu, 11 Juli 2018 | 10:00 WIB

Berita Terkait

Bentuk Melangkahi Orang yang Dilarang Hadis
(Foto: Istimewa)

DIANTARA bentuk melangkahi orang yang dilarang secara syariat adalah melangkahi pundak dua orang yang sedang duduk, ketika khatib sedang berkhutbah.

Abdullah bin Busr radhiyallahu anhu bercerita, "Ada seseorang, dia melangkahi pundak-pundak jamaah ketika jumatan. Sementara Nabi shallallahu alaihi wa sallam sedang berkhutbah. Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan orang ini, "Duduk!, kamu mengganggu, datang telat" (HR. Abu Daud 1118, Ibn Majah 1115 dan dishahihkan al-Albani).

Dalam hadis ini, Nabi shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan alasan larangan melangkahi pundak dua orang yang sedang duduk berdampingan. Alasan itu adalah sangat mengganggu. Karena itu, para ulama seperti Imam al-Albani, Al-Ubaikan dan yang lainnya menilai, semua tindakan melangkahi yang itu mengganggu, hukumnya dilarang.

Syaikh al-Albani pernah ditanya, apakah melangkahi pundak dua orang yang sedang duduk berdampingan hanya berlaku untuk jumatan? Bagaimana jika ada orang yang maju, mencari tempat yang kosong di depan, untuk selain jumatan, misalnya kajian.

Jawaban beliau, "Maju mencari tempat kosong di depan semacam ini, termasuk ketika jumatan, keduanya secara hukum sama, karena ada kesamaan dalam illah (alasan). Alasannya adalah mengganggu. Mengganggu orang mukmin, tidak boleh. Baik pada hari jumat atau di selain hari jumat. Baik di tempat shalat, misalnya tempat shalat id atau perkumpulan di masjid jami."

Penjelasan lain disampaikan Syaikh Abdul Muhsin al Ubaikan: Pertanyaan, "Apa nasihat Anda untuk orang yang berada di shaf-shaf awal kemudian ketika shalat sudah selesai orang tersebut keluar dari shaf dengan melangkahi pundak-pundak banyak orang, makmum yang sudah selesai shalat ataupun masbuk yang berada di shaf-shaf belakang?"

Jawaban Syaikh Abdul Muhsin al Ubaikan, "Ini adalah KESALAHAN yang dilakukan oleh sebagian orang. Yang sepatutnya dilakukan adalah berdzikir di tempat yang dia pakai untuk mengerjakan shalat, tidak mengganggu orang-orang yang sedang melengkapi shalatnya dan tidak melintas di shaf yang di shaf tersebut terdapat makmum-makmum masbuq yang melengkapi shalatnya.

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda kepada orang-orang yang melangkahi pundak-pundak orang pada hari Jumat, "Duduklah, anda telah mengganggu, telat lagi" [HR Abu Daud no 1120 dan Nasai no 1399, dinilai shahih oleh al Albani].

Kasus yang ditanyakan itu serupa dengan kasus yang ada dalam hadits di atas. Sebagaimana terlarang mengganggu dengan melangkahi pundak-pundak orang ketika masuk masjid, terlarang pula mengganggu dengan melangkahi pundak saat keluar hendak meninggalkan masjid".

[baca lanjutan: Utang Nyawa Langkahi Tubuh Seseorang ketika Tidur?]

Komentar

Embed Widget
x