Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 02:02 WIB

Anda Patah Hati? Ini Lima Hikmahnya

Minggu, 8 Juli 2018 | 08:00 WIB

Berita Terkait

Anda Patah Hati? Ini Lima Hikmahnya
(Foto: Ilustrasi)

APAKAH Anda pernah jatuh cinta, lalu patah hati? Jangan bersedih karena Anda tidak sendiri. Hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalaminya. Penolakan adalah sesuatu yang biasa. Ini bukan berarti orang membenci Anda. Dunia akan terus berputar.

Tetap jalani hidup Anda dengan baik. Yakinlah bahwa Allah swt hanya sedang menguji kesabaran Anda dan Anda akan mampu melewatinya. Percayalah bahwa di setiap peristiwa yang terjadi Allah swt telah menitipkan banyak hikmah yang bisa dipelajari. Tidak hanya bagi Anda, tapi juga orang lain.

Jika Anda sedang mengalami patah hati, insya Allah beberapa hal berikut merupakan hikmah yang bisa dipetik.

1. Memaafkan.

Anda mungkin marah kepada seseorang yang sudah membuat Anda patah hati. Bahkan mungkin Anda sangat kesal, sampai-sampai Anda tidak ingin bertemu dengannya. Namun, bagaimanapun berlapangdadalah untuk memaafkan. Sesungguhnya Sang Pencipta adalah Maha Memaafkan hamba-Nya. Mengapa sebagai hamba Anda harus sulit memaafkan sesama hamba?

Memaafkan akan mendatangkan pahala, insya Allah. Karena dalam memaafkan terkandung makna kesabaran dan kemurahan hati. Percayalah, memaafkan akan meringankan perasaan Anda selanjutnya.

2. Melepaskan.

Patah hati akan memberi Anda pelajaran tentang arti sebuah 'melepaskan'. Bukankah dalam kehidupan ini kita sering melepaskan sesuatu? Saat anak tumbuh dewasa, orangtua harus melepaskan putra-putrinya untuk hidup bersama pasangannya. Saat orangtua meninggal, anak harus melepaskan mereka untuk pergi ke alam yang berbeda. Saat pensiun, seseorang harus melepaskan jabatannya untuk di duduki orang lain. Saat kehilangan barang, seseorang harus melepaskan barang tersebut tanpa perlu berlarut menyesalinya. Pun ketika patah hati, seseorang harus mampu melepaskan itu. Dengan melepaskan, berarti kita meyakini bahwa Allah swt menyiapkan hal lebih baik lainnya sebagai pengganti. Jika Anda masih merasa kurang meyakininya, cobalah untuk kembali mentadaburi lebih dalam ayat Al-Quran berikut:

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah [2]: 216)

3. Mendekatkan diri.

Mungkin pernah terlintas di pikiran bahwa ini tidak adil bagi Anda. Saat ini Anda sedang menjadi pihak yang tertindas dan sakit hati. Anda pun bersedih, sehingga ini menjadi waktu yang tepat bagi Anda untuk lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta. Bangunlah di sepertiga malam, lalu jangan sungkan untuk bermunajat. Semakin banyak kita berdoa, berzikir, dan mengadukan seluruh kesulitan yang kita rasakan, insya Allah akan semakin ringan perasaan kita. Kemudian mulailah untuk memperbaiki ibadah-ibadah kita. Alih-alih terlarut dalam kesedihan, energi kita pun habis untuk melakukan sesuatu yang berbuah pahala. Mari kita ingat kembali hadis qudsi berikut.

"Barangsiapa yang mendekat padaKu sejengkal, maka Aku mendekat padanya sehasta, barangsiapa yang mendekat padaku sehasta, maka Aku mendekat padanya sedepa." (HR Muslim)

4. Berbagi

Terkadang tidak nyaman rasanya untuk mengasihani diri sendiri. Namun ini sulit dipungkiri jika kita sedang patah hati. Kita merasa iba terhadap diri sendiri karena sikap orang lain. Berhentilah. Cobalah untuk berbagi, sehingga Anda lebih mensyukuri segala sesuatu. Sekalipun Anda sedang dalam kondisi yang mungkin wajar dikasihani, tapi tunjukanlah bahwa Anda tetap perhatian dengan orang-orang di sekitar Anda. Berbagilah dengan cara apapun. Membawa oleh-oleh sambil bersilaturahim ke teman lama atau mentraktir makan siang anak-anak jalanan, dua-duanya insya Allah akan membuahkan pahala.

5. Bukan cokelat

Anda bukanlah cokelat di mana setiap orang menyukai Anda. Jangan terlalu pusing jika seseorang yang tidak menyukai Anda. Menjadi pribadi yang menyenangkan bagi orang lain tentu penting. Namun, poin pentingnya adalah bukan membahagiakan orang lain. Pastikan bahwa Allah swt adalah alasan utamanya. Jadilah pribadi di mana Allah dan Rasul-Nya akan semakin mencintai Anda. Dengan demikian, insya Allah kita semakin sadar bahwa patah hati adalah wajar dan tidak perlu berlarut dalam memikirkannya. [An Nisaa Gettar]

Komentar

Embed Widget
x