Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 14 November 2018 | 18:45 WIB

Renungan Penghilang Gelisah Pemuncul Bahagia

Oleh : KH Ahmad Imam Mawardi | Senin, 9 Juli 2018 | 00:07 WIB

Berita Terkait

Renungan Penghilang Gelisah Pemuncul Bahagia
(Foto: Ilustrasi)

GELISAH itu muncul bisa jadi karena ada ancaman. Bisa pula ia muncul karena harapan yang sulit dicapai. Bisa jadi karena kenyataan tak tak seindah rencana. Bisa jadi juga ia muncul tanpa jelas sebab musababnya.

Pada saat gelisah seperti itu, satu jalan yang pasti jitu untuk mengusirnya, yaitu berbaik sangka kepada Allah. Gelisahpun akan berubah menjadi bahagia.

Mari kita baca dan renungkan dawuh yang mulia Sayyidi Ahmad bin Athaillah Assukandari yang terjemah bebasnya begini: "Berapa kali engkau, wahai hamba Allah, menghendaki sesuatu, namun oleh Allah sesuatu itu dijauhkan darimu. Lalu engkau gelisah hati dan terus berambisi, padahal jika Allah bukakan kepadamu akibat negatif apa yang akan terjadi jika sesuatu itu jadi untukmu maka engkau akan tahu bahwa Allah ternyata sangat baik padamu dan berkehendak memberikan yang terbaik. Engkau tidak tahu itu dan tidak tahu pula bagaimana Allah mengatur semuanya untukmu. Kalau engkau masih terus bersedih dan tak ridla hati, betapa engkau adalah seorang yang berkeinginan yang terjelek, dan betapa engkau adalah seorang hamba yang tak pasrah diri pada Tuannya."

Zubaidah yang berdoa sepanjang tahun untuk bisa dinikahi Hosan menangis histeris setelah Hosan resmi menikahi Maria. Matanya bengkak dan tubuhnya mengurus dimakan sedih dan derita. Tiga bulan pernikahannya harus menjadi akhir kehidupan Hosan.

Dia ternyata, tanpa setahu Zubaidah, adalah lelaki ganteng yang menjadi bandar narkoba dan pembunuh bayaran. Dia ditangkap dan dihukum mati. Zubaidah bersyukur karena tak jadi menikah dengannya. Zubaidah berterimakasih kepada Allah yang tak mengabulkan pintanya. Allah ternyata punya kehendak yang lain; Zubaidah menikah dengan Azis, pemuda terhormat ahli al-Qur'an.

Zubaidah beruntung masih bisa bersyukur setelah protes kerasnya kepada Allah dengan ratusan tetes air mata dan suara teriakan histerisnya. Alangkah mulianya Zubaidah andai sedari awal berbaik sangka kepada Allah dan dengan sabar menunggu kisah hidup sampai selesai. Andai bisa seperti itu, maka ia telah masuk dalam Maqam Ridho yang sangat disukai Allah.

Sahabat dan saudaraku, mari kita saling nasehat menasehati untuk kebaikan, kebenaran dan kesabaran. Allah, Tuhan kita, adalah Tuhan Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Salam, AIM. [*]

Komentar

Embed Widget
x