Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 16 November 2018 | 18:35 WIB

Perempuan, Sosok Perasa dan Mudah Tersinggung

Kamis, 28 Juni 2018 | 13:00 WIB

Berita Terkait

Perempuan, Sosok Perasa dan Mudah Tersinggung
(Foto: Ilustrasi)

ADAM memberhentikan bacaannya disalah satu buku yang sedari tadi telah berhasil menyita seluruh waktu dan konsentrasinya. Salah satu buku yang menjadi best seller dan ditulis dengan bahasa yang simple dan sederhana cukup membuat Adam betah berlama-lama membacanya.

Konsentrasinya semakin menjadi di halaman yang membahas bahwa perempuan adalah sosok perasa dan mudah tersinggung. Benarkah demikian, gumam Adam dalam hati. Ia melanjutkan bacaannya kembali.

Pada perempuan, perasaan lebih mendominasi daripada akalnya, sebagaimana diisyaratkan oleh Nabi Muhammad saw, "Tidakkah aku pernah melihat orang yang kurang akal dan agamanya sehingga dapat menghilangkan akal laki-laki yang teguh selain salah satu di antara kalian wahai perempuan." (HR.Bukhari)

Terlihat senyum tipis di ujung bibir tipis Adam, ia merasa itu benar adanya. Ia merasa sikap perasa dan mudah tersinggung pada perempuan merupakan sesuatu yang wajar, hanya saja perlu pandai-pandai dalam menyikapinya.

Pelajaran yang sangat berarti juga di dapatkan Adam dari kisah rumah tangga Rasulullah yang ditulis apik dalam buku itu. Dikisahkan tentang peritiwa yang terjadi antara Nabi saw, istrinya Aisyah ra, dan Abu Bakar ra. Singkat cerita, Aisyah sedang marah kepada Rasulullah bahkan sampai menaikkan suaranya kepada Nabi saw. Sang ayah, Abu Bakar pun menegur dan menasihati sang putri, Aisyah. Dikisahkan saat menegur Aisyah, Abu Bakar dihalangi oleh Nabi saw, dan setelah Abu Bakar pergi, Nabi saw pun meminta maaf kepada Aisyah.

Adam bercermin dalam dirinya sendiri, bila kita ingin istri seperti Aisyah, maka jadilah kita seperti Nabi Muhammad saw dalam menyikapi istri-istri beliau. Jadilah seorang laki-laki yang kuat dalam berjuang namun sabar dalam bertahan. Tidak mudah dikuasai oleh emosi sesaat.

Juga, Adam mulai mengganti doanya dalam setiap permohonannya. Ia tak lagi berfokus memohon pendamping hidup yang baik, kini Adam mulai berdoa agar sekiranya Allah mempersiapkannya menjadi seorang suami dan calon imam yang terbaik untuk calon istri dan anak anak kelak. [Chairunnisa Dhiee]

Komentar

Embed Widget
x