Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Juli 2018 | 19:00 WIB
 

Salat, Olahraga Melatih Otot, Persendian & Tulang

Oleh : - | Kamis, 28 Juni 2018 | 05:00 WIB
Salat, Olahraga Melatih Otot, Persendian & Tulang
(Foto: inilahcom)

AKTIVITAS tubuh ketika salat, baik ketika bergerak seperti sujud, iktidal, rukuk, atau duduk bahkan ketika diam merupakan sebentuk olahraga yang melatih otot-otot, persendian, dan tulang.

Salat merupakan olahraga yang tenang dan nyaman, tidak membutuhkan energi yang besar, dan tidak sulit dilakukan. Dapat dilakukan siapa saja tanpa membedakan tingkat kecerdasan dan kepintaran. Semua orang bisa melakukannya. Sebab, tidak membutuhkan bakat, keahlian, atau kecerdasan khusus untuk mendirikan salat.

Salat bisa dilakukan oleh siapa saja dengan tingkat kesehatan yang berbeda-beda, baik orang yang sehat maupun yang sakit. Sementara banyak bentuk olahraga lain yang hanya bisa dilakukan oleh orang yang sehat.

Siapa saja bisa melakukannya kapan saja dan tidak perlu berkonsultasi kepada dokter atau konsultan kesehatan sebelum atau sesudah melakukannya. Dan merupakan latihan fisik yang dilakukan secara rutin dan berulang-ulang, minimal lima kali dalam sehari.

Salat merupakan olahraga yang pelaksanaannya dibagi-bagi dan disesuaikan dengan perputaran jam biologis manusia pada siang dan malam hari. Inilah olahraga yang dilakukan secara berkesinambungan, tanpa henti setiap hari sepanjang hayat.

Semua umat Islam melakukan olahraga ini dengan tenang, rida, dan penuh cinta. Sementara, banyak olahraga lain yang hanya dilakukan pada masa-masa tertentu dengan waktu yang terbatas, dan sering kali manusia malas melakukannya.

Tanpa perlu mengkhawatirkan terluka ataupun cedera, salat merupakan olahraga yang paling aman dan nyaman yang melibatkan seluruh anggota tubuh kita dan semua jaringan metabolisme di dalamnya, termasuk juga persendian dan jaringan otot.

Selain pahala, kesehatan juga akan kita dapatkan jika kita rutin mendirikan salat. Lalu masihkan ada alasan kita untuk meninggalkannya? [Chairunnisa Dhiee]

Komentar

Embed Widget

x