Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 13:14 WIB

Hikmah dalam Takbir

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Jumat, 6 Juli 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Hikmah dalam Takbir
(Foto: SMSTauhiid)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Menatap, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang istiqomah menjaga kebeningan hati. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Allah Swt berfirman, "Dan katakanlah: "Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia bukan pula hina yang memerlukan penolong dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya." (QS. Al Isro [17] : 111)

Dalam satu hari saja betapa sering kita mengucapkan takbir, Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Di bulan Ramadhan kemarin tentu lebih sering lagi kita menggemakan takbir. Apalagi semakin mendekati hari Idul Fitri.

Ketika kita bertakbir, misalnya takbir dalam sholat, maka sesungguhnya kita sedang mengakui betapa kecil dan tidak berdayanya diri kita ini, dan Maha Besar Allah lagi Maha Kuasa Allah. Kita ini tiada daya, tiada upaya, tiada kekuatan kecuali Allah yang memberikan. Setiap helaan nafas kita tidak terjadi kecuali atas izin Allah.

Saudaraku, kalau kita bertakbir sedangkan dalam hati kita masih ada perasaan diri ini besar, besar karena pangkat, besar karena jabatan, besar karena gelar atau besar karena harta kekayaan, merasa besar karena pengalaman, merasa besar karena popularitas, maka pada saat itu lisan dengan hati kita tidak sejalan. Jika lisan dan hati tidak sejalan atau bersebrangan maka inilah sinyal bahaya. Jika hal ini terbiasa maka kita bisa terjebak pada keadaan niat yang tidak lillaahitaala.

Maka, latihlah hati kita untuk mengikuti apa yang lisan kita ucapkan. Juga latihlah lisan kita untuk mengucapkan apa yang hati niatkan. Jadikan keduanya satu kesatuan yang saling menguatkan ketika berdzikir dalam takbir. Bertakbirlah sembari mengakui di dalam hati bahwa semua yang kita miliki hakikatnya hanya titipan dan semua milik Allah dan akan kembali kepada-Nya. Semoga Allah Swt. membimbing kita untuk selalu berada dekat dengan-Nya. Barangsiapa yang dekat dengan Allah maka pasti selamat hidupnya. InsyaaAllah. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x