Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 22 September 2018 | 06:14 WIB

Pujian dan Cacian

Oleh : KH Abdullah Gymnastiar | Sabtu, 30 Juni 2018 | 01:11 WIB

Berita Terkait

Pujian dan Cacian
(Foto: SMSTauhiid)

ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan setiap doa, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang bahagia dunia akhirat. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda nabi Muhammad Saw.

Kita diuji dengan pujian dan cacian. Cacian adalah sesuatu yang tidak mengenakkan, tidak ada yang suka dicaci. Sedangkan pujian adalah sesuatu yang menyenangkan, secara manusiawi kita merasa senang saat dipuji. Akantetapi, sesungguhnya diuji dengan pujian adalah hal yang lebih berat dibandingkan diuji dan cacian. Kenapa? Karena pujian adalah hal yang cocok dengan hawa nafsu kita sehingga terasa enak dan menyenangkan. Sedangkan cacian bukan hal yang cocok dengan hawa nafsu, tidak mengenakkan.

Pujian berpeluang membuai, melenakan dan menenggelamkan kita dalam keasyikan. Sehingga jika kita kurang waspada, bisa tenggelam dalam ujub, sombong, takabur. Sedangkan cacian, akan membuat kesal namun mudah untuk memancing kita untuk mengingatkan diri sendiri agar bersabar.

Pujian dan cacian dua-duanya adalah ujian dari Allah Swt. Kita memang tidak bisa menahan orang lain untuk memuji atau mencaci kita, akan tetapi kita bisa mengelola diri sendiri manakala pujian atau cacian datang kepada kita.

Sikapilah pujian dengan menyerahkannya kepada Allah Swt. Karena saat orang lain memuji kita, itu sesungguhnya disebabkan Allah berkenan menutupi aib-aib kita di hadapan mereka. Sikapi juga cacian dengan berserah diri kepad Allah dan introspeksi, karena cacian yang datang adalah kesempatan untuk bercermin bagi kita, jangan-jangan cacian itu benar adanya, atau jangan-jangan kita lebih buruk dari cacian itu.

Saudaraku, pujian dan cacian adalah sarana bagi kita untuk berkaca diri, memeriksa diri kemudian memperbaiki diri. Hakikatnya bagaimanapun penilaian orang lain terhadap kita, itu tidak seberapa penting dibandingkan penilaian Allah terhadap kita. Hanya penilaian dan ridho Allah yang kita kejar, olehkarena itu tetaplah berpegang teguh kepada Allah saat menghadapi pujian yang melenakan dan cacian yang mengesalkan.

Rasulullah Saw. mencontohkan sebuah doa dalam menyikapi penilaian orang lain. Beliau bersabda, "Ya Allah, ampunilah aku dari apa yang tidak mereka ketahui." Atau, dalam doa yang lain Rasulullah Saw. bersabda, "Ya Allah, jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka kira." (HR. Bukhori)

Semoga kita termasuk orang-orang yang terampil menjaga hati ketika mendapatkan pujian dan cacian. Hanya kepada Allah kita berlindung dan memohon pertolongan. WAllahualam bishowab. [smstauhiid]

Komentar

Embed Widget
x