Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 23 September 2018 | 17:06 WIB

Tanda Diterimanya Amal Ibadah saat Ramadan

Rabu, 20 Juni 2018 | 10:00 WIB

Berita Terkait

Tanda Diterimanya Amal Ibadah saat Ramadan
(Foto: ilustrasi)

MALAM hari raya malam pertamaku tidak salat tahajud setelah setiap malam tarawih dan witir!

Hari Raya hari pertamaku tidak salat wajib berjamaah di masjid, setelah setiap hari Ramadan selalu berjamaah, bahkan adzan dikumandangkan aku sudah di Masjid.

Hari Raya hari pertamaku tidak sempurna salat rawatib qabliyyah dan ba'diyyah, setelah setiap hari Ramadan selalu aku menjaganya.

Hari Raya hari pertamaku tidak membaca Alquran walau satu halaman bahkan satu ayat, setelah setiap hari Ramadan minimal 5 juz!

Sobatku beriman. Tentu kita semua TIDAK mau masuk ke dalam sosok "aku".

- Karena kita meyakini bahwa; Termasuk tanda diterimanya amal ibadah adalah beramal baik setelah beramal baik. Para ulama mempunyai kaidah: "Termasuk dari tanda diterima amal adalah melakukan amal baik setelahnya."

- karena kita meyakini bahwa; beribadah kepada hanya akan berhenti tatkala datang sebuah kematian yang yakin datangnya. Allah berfirman:

"dan sembahlah Rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal)." (QS. Al Hijr: 99)

- Dan karena kita meyakini bahwa sekuat istiqamah seseorang sebesar itulah sebenarnya keikhlasannya.

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah", kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita." (QS. Al Ahqaf: 13)

- Dan karena kita meyakini bahwa istiqamah berujung husnul khatimah. Allah Ta'ala berfirman:

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Rabb kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (QS. Fushshilat: 30)

- Dan karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus menerus meskipun sedikit oleh karenanya itulah kebiasaan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam.

"Aisyah radhiyallahu 'anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Kerjakanlah ibadah sesuai kekuatan kalian, karena sesungguhnya Allah tidak bosan sampai kalian bosan, dan sesungguhnya Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus menerus meskipun sedikit." (HR. Abu Daud)

- Dan karena kita meyakini bahwa; yang sedikit terus menerus lebih baik daripada banyak terputus. Berkata 'Amr bin Mas'adah rahimahullah:

"Sedikit yang terus menerus lebih baik daripada banyak yang terputus". (lihat Kitab Wafatatul A'yan di biografi 'Amr bin Mas'adah)

[Ustadz Ahmad Zainuddin Al Banjary]

Komentar

Embed Widget
x