Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Juli 2018 | 06:24 WIB
 

Beriman Pada Yang Gaib: Surga-Neraka Itu Kepastian

Oleh : - | Senin, 11 Juni 2018 | 15:00 WIB
Beriman Pada Yang Gaib: Surga-Neraka Itu Kepastian
(Foto: Ilustrasi)

IMAN mengajak kita pada derajat yang lebih tinggi. Ialah keyakinan akan suatu hal yang gaib, yang tidak hanya berdasarkan semua yang terindra.

Baik itu keyakinan kepada Allah Taala yang Maha Gaib, maupun keyakinan akan datangnya hari kiamat, akhirat, surga, neraka, malaikat dan semua yang gaib.

Dalam tahap inilah, banyak orang ragu yang batal imannya. Sebab ajaran iman kepada yang gaib itu tak bisa masuk dalam logikanya yang memang amat sempit, pendek dan penuh dengan kelemahan.

Surga dan neraka adalah kepastian. Dua tempat ini diciptakan untuk dua golongan manusia yang berbeda. Surga untuk orang yang beriman, neraka tersedia leluasa bagi siapa yang kafir, musyrik dan munafik. Saat di dunia, seseorang diberi opsi untuk memilih: masuk ke surga dengan beriman dan beramal saleh, atau bergabung bersama setan dengan menetap dalam siksa neraka yang selamanya.

Surga adalah rahmat. Ia adalah kasih sayang, kenikmatan, kebahagiaan, kekekalan dalam kebaikan, buah-buahan, minuman nan didambakan, bidadari, pangeran, istana dan semua kebaikan yang dikehendaki bagi penghuninya.

Sementara neraka adalah azab, siksa, sakit, pedih, duka, lara, nestapa, sengsara, nanah, darah, api, zaqqum, dan semua keburukan yang tak sedikit pun diinginkan atau dikehendaki oleh manusia mana pun. Bahkan mereka yang berhak menghuninya, amat terpaksa menerima itu dan berkeinginan kuat untuk menghindar, meski keinginan itu sia-sia belaka.

Rasulullah Saw bersabda dalam sebuah hadis qudsi,

"Allah Taala berfirman kepada surga," demikian sabda Nabi yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari ini, "Kau adalah rahmat-Ku," Allah Taala melanjutkan, "Denganmu Aku merahmati siapa saja yang Aku Kehendaki dari hamba-hamba-Ku."

"Kemudian Allah Taala berfirman kepada neraka," tutur Imam Muslim meriwayatkan, "Kau adalah siksa-Ku," Kalam Allah Taala selanjutnya, "denganmu Aku menyiksa siapa pun yang Aku Kehendaki."

Allah Taala berkehendak penuh untuk memasukkan siapa pun yang dikehendaki untuk dimasukkan ke dalam surga dan neraka. Dia Mahakuasa untuk melakukan apa pun. Amat mudah bagi Allah Taala untuk memasukkan seseorang ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Mudah pula bagi-Nya untuk menjerumuskan seseorang ke dalam neraka yang menyala siksa apinya.

Sebab diri adalah hamba yang lemah dan banyak dosa, mari senantiasa berdoa kepada Allah Taala, meminta perlindungan dari dahsyatnya siksa neraka dan berharap agar dimasukkan ke dalam surga yang penuh kenikmatan. Aamiin. []

Tags

Komentar

Embed Widget

x