Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 September 2018 | 01:09 WIB

Tahukah Kamu 2 Syarat Wajib Zakat Fitri?

Rabu, 13 Juni 2018 | 11:00 WIB

Berita Terkait

Tahukah Kamu 2 Syarat Wajib Zakat Fitri?
(Foto: Ilustrasi)

ZAKAT fitri wajib bagi setiap muslim, kaya atau miskin, yang mampu menunaikannya. Sehingga syarat wajib zakat fitri dua: (1) Islam dan (2) Mampu.

Adapun kewajiban atas setiap muslim, baik orang merdeka atau budak, laki-laki atau perempuan, anak-anak atau dewasa, karena hal ini telah diwajibkan oleh Nabi shallallhu 'alayhi wa sallam

"Dari Ibnu Umar Radhiyallahu anhu, dia berkata:

"Raslullh shallallhu 'alayhi wa sallam telah mewajibkan zakat fithri sebanyak satu shaa kurma atau satu shaa gandum. Kewajiban itu dikenakan kepada budak, orang merdeka, lelaki wanita, anak kecil, dan orang tua dari kalangan umat Islam. Dan beliau memerintahkan agar zakat fithri itu ditunaikan sebelum keluarnya orang-orang menuju shalat (Id)". (HR Bukhari, no. 1503; Muslim, no. 984)

Sedangkan syarat kemampuan, karena Allh Azza wa Jalla tidaklah membebani hambaNya kecuali sesuai dengan kemampuannya. Allh Azza wa Jalla berfirman:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya". (QS Al Baqarah: 286)

Ukuran kemampuan, menurut jumhur ulama (Malikiyah, Syaifiiyyah, dan Hanabilah) ialah, seseorang memiliki kelebihan makanan pokok bagi dirinya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, nafkah untuk satu malam Id dan siangnya. Karena orang yang demikian ini telah memiliki kecukupan, sebagaimana hadits di bawah ini:

"Dari Sahl Ibnul Hanzhaliyyah Radhiyallahu anhu, dia berkata: Raslullh shallallhu 'alayhi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa meminta-minta, padahal dia memiliki apa yang mencukupinya, maka sesungguhnya dia memperbanyak dari api neraka," an Nufaili mengatakan di tempat yang lain "(memperbanyak) dari bara Jahannam"-

Maka para sahabat bertanya: "Wahai Raslullh, apakah yang mencukupinya?" an Nufaili mengatakan di tempat yang lain "Apakah kecukupan yang dengan itu tidak pantas meminta-minta?"

Beliau bersabda, "Seukuran yang mencukupinya waktu pagi dan waktu sore," -an Nufaili mengatakan di tempat yang lain: "Dia memiliki (makanan) yang mengenyangkan sehari dan semalam" atau "semalam dan sehari".

(HR Abu Dawud, no. 1629. dishahihkan oleh Syaikh al Albani, Lihat Taliqat Radhiyah, 1/55-554; al Wajiz, 230; Minhajul Muslim, 299)

Adapun Hanafiyah berpendapat, ukuran kemampuan itu ialah, memiliki nishab zakat uang atau senilai dengannya dan lebih dari kebutuhan tempat tinggalnya. Dengan dalil sabda Nabi shallallhu 'alayhi wa sallam:

"Tidak ada shadaqah kecuali dari kelebihan kebutuhan". (HR Bukhari, no. 1426; Ahmad, no. 7116; dan lain-lain. Lafazh ini milik Imam Ahmad)

Tetapi pendapat ini lemah, karena:

1. Kewajiban zakat fitri tidak disyaratkan kondisi kaya seperti pada zakat maal.
2. Zakat fitri tidak bertambah nilainya dengan bertambahnya harta, seperti kaffarah (penebus kesalahan), sehingga nishab tidak menjadi ukuran.
3. Hadis mereka (Hanafiyah) tidak dapat dijadikan dalil, karena kita berpendapat bahwa orang yang tidak mampu, ia tidak wajib mengeluarkan zakat fitri, dan ukuran kemampuan adalah sebagaimana telah dijelaskan.

(Lihat Shahih Fiqhis Sunnah, 2/80-81)

Wallahu alam. [Ustadz Abu Ismail Muslim al Atsari]

Komentar

Embed Widget
x